Apa Itu Ashobiyyah? Begini Penjelasan Gus Qoyyum Rembang di Hadapan Ustadz Felix Siauw





Gus Qoyyum dan ustadz Felix Siauw

Mungkin sebagian kita jarang mendengar kata ini?! Ashabiyyah atau biasa juga ditulis Ashobiyyah (عَصَبِيَّةً) dalam lafadz Arab ke bahasa Indonesia.

Lalu Apa itu ashobiyyah/ashabiyyah? Ashobiyah adalah fanatik buta. Bersikap membela dan mengikuti pihak yang menjadi sasaran Ashabiyah baik pihak tersebut benar ataupun salah. Benar atau salah tetap dibela.


Ashobiyah bisa dalam berbagai keadaan, seperti Ashabiyah terhadap suku, negara, madzhab, atau apa saja.

Ashabiyah dilarang karena seharusnya seseorang membela kebenaran.  Kebenaran adalah yang berdasarkan al-Quran dan Sunnah Nabi shollallahu alaihi wasallam.
Tidak boleh membela pihak yang salah dan menyimpang, meski orang tersebut satu suku, satu bangsa, atau orang dekat dia.

Contoh-contoh ashabiyah:

Contoh pertama: Berperang membela suku atau kelompoknya karena fanatisme kesukuan.
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

Barangsiapa yang terbunuh di bawah bendera (fanatisme) buta, mengajak pada ashobiyyah atau menolong karena ashobiyyah (fanatik), maka matinya seperti mati Jahiliyyah (H.R Muslim dari Jundab bin Abdillah al-Bajaliy).

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “man kharaja minath thâ’ati wa fâraqal jamâ’ata tsumma mâta mâta mîtatan jâhiliyyatan wa man qutila tahta râyatin ‘ummiyyatin yaghdhabu lil ‘ashabiyati wa yuqâtilu lil ‘ashabiyati falaysa min ummatî wa man kharaja min ummatî ‘alâ ummatî yadhribu barrahâ wa fâjirahâ lâ yatahâsya min mu`minihâ wa lâ yafî bidzi ‘ahdihâ falaysa minnî”

“Siapa saja yang keluar dari ketaatan dan memecah belah jamaah lalu mati, dia mati dengan kematian jahiliyah. Dan siapa yang terbunuh di bawah panji buta, dia marah untuk kelompok dan berperang untuk kelompok maka dia bukan bagian dari umatku. Dan siapa saja yang keluar dari umatku memerangi umatku, memerangi orang baik dan jahatnya dan tidak takut akibat perbuatannya terhadap orang mukminnya dan tidak memenuhi perjanjiannya maka dia bukanlah bagian dari golonganku-” (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, an-Nasai).

Penjelasan Ahsobiyyah/Ashabiyyah Oleh Gus Qoyyum di Depan Ustadz Felix Siauw


Namun agaknya perlu hati-hati menuduh orang ashobiyyah atau ashabiyyah. Nasihat ini pernah disampaikan oleh Abah Qoyyum atau Gus Qoyyum dihadapan Ustadz Felix Siauw.

Hadits:

 أمن العصبية أن يحب الرجل قومه قال لا ولكن من العصبية أن يعين الرجل قومه على الظلم

Hadits ini didapatkan Gus Qoyyum dari abahnya. Abahnya Gus Qoyyum memperoleh hadits tersebut dari Syaikh Yasin Al-Padangi. Sedang Syaikh Yasin meriwayatkannya dari Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Rasulullah saw pernah ditanya, apakah tergolong fanatisme (ashobiyah) seseorang yang mencintai kaumnya (mencintai golongannya, mencintai jam'iyahnya, mencintai partainya)? Rasulullah menjawab: Tidak. Akan tetapi yang disebut fanatisme (ashobiyah) adalah seseorang yang membela kaumnya, membenarkan kaumnya yang melakukan Kedzoliman!

Jelas di sini, bahwa orang NU cinta NU dan Nahdliyyin itu tidaklah salah. Orang Muhammadiyah bangga dengan Muhammadiyyin itu tidak berdosa. Orang Persis, Orang PKB, Orang PKS, Gerindra dan seterusnya saling sokong di antara mereka itu adalah suatu kewajaran yang niscaya.

Yang tidak boleh itu saling sokong dalam kedzoliman.

Nasehat Gus Qoyyum ini tidak hanya untuk Felix Siauw, tapi untuk kita semua Umat Islam. Agar jangan sekali-kali membela kedzoliman walaupun itu kelompok/golongan/ormas/partai kita sendiri.

KH Abdul Qoyyum Mansur (Gus Qoyyum) adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Beliau cucu pendiri NU KH Kholil.

Kakeknya dari jalur abah bernama K.H. Kholil. Masyarakat Lasem biasa mengenalnya dengan nama “Mbah Kholil”. Nama asli Mbah Kholil adalah Masyhuri.

Tak banyak orang tahu bahwa Mbah Kholil merupakan teman akrab K.H. Hasyim Asy’ari waktu belajar di Mekah. Mbah Kholil ini pula yang ikut berperan aktif dalam pendirian Nahdlatul Ulama di Surabaya pada 1926.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu Ashobiyyah? Begini Penjelasan Gus Qoyyum Rembang di Hadapan Ustadz Felix Siauw"

Posting Komentar