Akibat Suka Membubarkan Pengajian Orang Lain





Banser Bubarkan pengajian

Beberapa waktu lalu, saat ada penistaan agama yang dilakukan ahok. Banyak masyarakat yang membela ahok terkait ucapannya, mayoritas bukan beragama islam. Saat ahok kalah pilkada DKI, banyak pihak yang menganggap kekalahan ahok karena kriminalisasi atas ucapannya.


Sampai ada pembelaan dari berbagai daerah pada diri ahok. Iseng, netizen melambungkan nama ahok untul gubernur bali. Karena masifnya ni luh djelantik memuja ahok, netizen mencoba sodorkan nama ahok dengan tagar #Ahok4bali

Dan hasilnya, banyak warga bali yang menolaknya dengan berbagai alasan.

Bagi saya ini lucu, kerap membela dan menganggap ahok pemimpin yang jujur. Namun saat dihadapkan pada mereka malah menolaknya.

"Saat berbicara untuk orang lain, mereka bijak dan terkesan tau segalanya. Namun saat hal itu disodorkan pada mereka, ternyata ikut menolakny".

Beberapa tahun kebelakang ini, kita sering mendengar acara pengajian yang ada penolakan dari ormas yang merasa besar di kandangnya. Alasan mereka gak menolak, hanya memgirimkan surat pada pihak berwenang untuk membatalkan acara. Tapi, ada ancaman saat surat dilayangkan.

"Jika masih dilangsungkan, maka akan dibubarkan"

Berbagai tudingan mereka atas penolakan itu. Mengatakan menyebarkan radikalisme sampai mengancam NKRI mereka lambungkan. Lucunya, mereka bersikap dengan membusungkan dada bawa mereka lah penjaga NKRI.

Para pengamat dan pemerhati hukum sudah memberikan tanggapan bahwa aksi yang mereka lakulan itu salah dan melanggar konstitusi kita. Karena belum ada putusan hukum yang melarang para ustad tersebut berceramah. Kedudukan mereka sama dimata hukum, ada hak yang harus dihormati.

Berbagai kecaman sampai tuduhan mereka melanggar nilai pancasila dengan aksi pembubaran, gak membuat ormas itu berpikir bijaksana. Bukannya menyadari kesalahan, malah mereka makin brutal. Pemberitaan penolakan kerap mengisi media berita dengan mereka sebagai sumbernya.

Kemarin, acara si miftah dibubarkan sekelompok massa. Mereka menganggap ajaran miftah tidak tepat, dan tidak mau miftah melakukam ceramah didaerahnya. Dan miftah pun harua terusir dari acara yang mengundangnya.

Lalu, muncullah statemen lucu dari ormas yang pernah melarang kajian ustad2 beberapa waktu lalu. Statemennya lucu. Adalah Abdul Waidl, Koordinator Bidang Advokasi Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMINU) memberikan komentarnya.

"Aksi penggagalan ceramah Gus Miftah itu dilarang. Terlebih Gus Miftah akan memberikan ceramah dan itu berkegiatan positif. Itu enggak boleh, warga negara mengusir atau melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain," ujar Abdul

Dia pun menjelaskan, meskipun orang itu berbeda pemahaman mengenai ajaran agama, tetap saja dilarang. Sebab, hal tersebut tidak mencerminkan sikap seorang muslim dan bisa berhadapan dengan hukum.

Kenapa saya bilang lucu atas statemen orang NU ini?

Karena dia menyebut melanggar hukum dan tidak mencerminkan muslim yang baik pada orang2 yang menghadang pengajian si miftah.

Si abdul ini mungkin lupa berstatemen ketika ormas sayap NU memggagalkan ceramah Felix Siauw, Khalid basalamah dan acara ustad lainnya. Dia lupa mengatakan melanggar hukum dan mencerminkan muslim yang buruk pada ormas sayap NU itu.

Ketika kejadian itu menimpa warganya, baru dia ingat segala ilmu hukum dan fiqih muslim yang baik dan benar.

Saat ramai penolakan yang digalang oleh WNI di jerman atas pengajian Ustad Somad, dia pun lupa berkomentar. Dia lupa membaca aturan hukum dan makna muslim yang baik.

Saya ingin tertawai pemahaman hukum ala kacamata kuda mereka. Untuk kalangan sendiri ribut, namun saat warga sendiri brutal, si advokat ini lagi liburan dan buta mata. Mungkin bagi mereka, Indonesia ini hanya ada NU saja. Ketika NU terkena usiran, mereka meminta hukum di tegakkan. Namun saat non NU yang terkena pengusiran, mereka asyik menonton di pinggiran sambil ngunyah bakwan.

Ini karma buat mereka

Saat ini mungkin hanya Miftah, terjadi di tanah yang membesarkan nama mereka. Bisa jadi saat nanti ke sumatera, akan ada penolakan serupa. Karena sumatera, bukan tempat yang besarkan nama mereka.

Saya gembira ketika miftah ditolak. Gembira bukan karena miftah wajib ditolak, melainkan gembira semoga penghadangan miftah bisa membuat mereka sadar, bahwa apa yang mereka lakukan bisa berbalik ke diri sendiri untuk mencari rasa.

Sekarang, apa yang kau rasakan?

Sakit hatikah diri kalian?
Marahlah kalian saat kyai kalian malah di usir bak anjing?
Terhinakah kalian dengan perlakuan itu..?

Tolong renungkan dalam suasana hening. Apa jawabanmu, adalah apa yang kami rasakan dulu. Saat ustad kami kau hadang dan kau larang.

 Kajian ustadz Felix Siauw dibubarkan Banser di Bangil

 

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Akibat Suka Membubarkan Pengajian Orang Lain"

  1. Benar bngt artikel diatas! Knapa pas UAS, Ust Felix dll ditolak oleh Banser, BP Abdul Waidi (PP RMINU) cuma diem aja? Orang lain suruh toleransi tapi diri sendiri gk mau toleran? Padahal sesama muslim.

    BalasHapus
  2. Karena otak mereka hanya ada khilafah. Dan terang terangan mau ganti ideologi pancasila. Memang wajib di bubarkan. Pernah kah kelompok mereka menghormati negara? Setidaknya mengibarkan merah putih.

    BalasHapus
  3. Klo saya maklum saja gus ...lawong mereka baru tau agama kemarin sore tahunya khilafah..saja ngajinya aja sama mbah google..

    BalasHapus
  4. Jangan mengolok olok ulama. Jangan balas keburukan dg keburukan lah. Toh Gus Miftah TDK ada hubungan dg menyuruh presekusi. Mari coment yg baik .

    BalasHapus
  5. Makanya. Jangan olok olokan klo bisa saling menyayangi ngapa sesama Muslim. Klolah masalah pancasila. Orang Indonesia tetap setia.bah dan tak ada orang Indonesia yg tak setia semua setia bersatulah kita sebagai. Umat Islam supaya bangsa Indonesia lebih kokoh

    BalasHapus