Sholawat Asyghil (Sholawat Dzolimin) Arti dan Sejarahnya

Sholawat Asyghil teks dan terjemahan

Beritaislam - Kami pernah mendengar sholawat Asyghil inidi salah satu kampung di Desa Curugsewu Kabupaten Kendal.

Saat kami berkunjung ke sana, seorang muadzin yang selesai adzan Isya' melantunkan sholawat asygil ini dengan sangat merdu. Karena merdunya  sholawat asyghil lidz dzolimin bidzolimin inipun kami sangat haru mendengarnya. Sayangnya kami tidak sempat merekam muadzin tersebut.

Berikut ini adalah bacaan Sholawat Asyghil dan artinya

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.


Artinya : “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.

Bacaan sholawat yang kita panjatkan  untuk Rasulullah SAW ada banyak macamnya. Dari yang diajarkan Nabi SAW hingga yang dibuat oleh para alim ulama, seperti sholawat thibbil qulub dan sholawat nariyah. Temasuk sholawat itu adalah "Sholawat Asyghil"

Sejarah Sholawat Asyghil 


Menurut sejarahnya, Sholawat Asyghil itu dipanjatkan oleh Sayyid Ja’far Shodiq bin Muhammad al Baqir yang wafat pada 138 H. Beliau adalah dzurriyat/keturunan Rasulullah SAW dari cucunya yang bernama Sayyidina Husein putra Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

Sholawat Asyghil sering beliau panjatkan saat Doa Qunut pada waktu Sholat Subuh. Sayyid Ja'far Shodiq hidup di masa akhir pemerintahan Khilafah Bani Umayyah dan awal pemerintahan Abassiyah. Pada waktu itu kehidupan politik tidak stabil dan penuh konflik antara penguasa dengan rakyatnya.

Sholawat Dzolimin


Sholawat Asyghil yang berarti "sibuk" ini bertujuan untuk memohon rahmat Allah SWT untuk Rasulullah SAW dan juga untuk memohon keselamatan dari kedzhaliman para penguasa dzolim dan orang-orang dzolim yang membersamai mereka. Sholawat ini dimaknai sebagai permintaan kepada Allah SWT, agar para penguasa yang dzhalim disibukkan oleh permasalahan diantara mereka sendiri, sehingga kaum muslim bisa mencapai hal yang diinginkan.

Di mana sholawat asyghil ini adalah bentuk permohonan kepada Allah melalui Sholawat kepada Rasulullah agar diselamatkan dari orang-orang dzalim.

Hal ini bisa dilihat dari makna atau arti sholawat asyghil itu sendiri yakni "benturkanlah orang dzalim dengan orang dzalim" pada kalimat وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ

Seiring berjalannya waktu, Sholawat Asyghil juga dikenal dengan sebutan Sholawat ‘Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba'alawy’ (wafat 1122 H). Karena bacaan sholawat ini tercantum dalam kitab kumpulan sholawat beliau yakni al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Di Indonesia, Sholawat Asyghil ini dulunya sering dilantunkan di Masjid-masjid maupun Musholla saat menjelang Sholat Maghrib. Ditambah lagi dengan langgam sholawat yang enak didengar dan menyentuh hati.


[beritaislam.org]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Sholawat Asyghil (Sholawat Dzolimin) Arti dan Sejarahnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel