UGM, UAS, dan UAD





Ustadz Abdul Somad UII
Ustadz Abdul Somad Saat Mengisi Kajian di UII (Unversitas Islam Indonesia) Jalan Kaliurang Jogjakarta

Oleh : Nasrudin Joha 

Universiras Gajah Mada (UGM) telah membatalkan ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS), karena dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai intelektual UGM. Sementara, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) justru menerima, menyambut dengan hangat, memperlakukan dengan ta'zim UAS, ulama 'afkiran' dari UGM, dan memberikan mimbar intelektual UAD untuk ceramah UAS.


Secara hierarki intelektual, publik mungkin saja akan terperangkap pada logika dangkal : UAD Ga bermutu, menerima penceramah yang tidak masuk standar UGM. Namun benarkah demikian ?

Untuk menilai, tingkat mutu penceramah itu dapat dilihat dari materinya. Sementara, untuk mengukur elektabilitas penceramah itu dapat dilihat dari jumlah pesertanya.

Mengenai elektabilitas UAS, tdk ada satupun orang yang mampu menampik fakta bahwa UAS adalah sosok da'i yang digandrungi umat. Bahkan, andai saja UAS berkenan mencalonkan diri sebagai capres, Jokowi pasti lewat.

Sosok UAS bahkan mampu melampaui KH Zainuddin MZ, yang pada zamannya dikenal dengan gelar 'da'i sejuta umat'. Jika gelar hiperbolis disematkan kepada UAS, tidak berlebihan jika beliau digelari da'i semiliar umat.

Ceramah UAS diberbagai pelosok tanah air selalu ramai dikunjungi oleh jamaah. Satu hal keunggulan UAS, beliau mampu mencari sarana, mengambil jembatan komunikasi yang mampu menyampaikan nilai dan materi dakwah kepada segenap kalangan jamaah.

Mau kaya, miskin, pejabat, rakyat jelata, ulama, muslim biasa, cendekiawan atau pelajar, muslimin atau muslimah, semuanya mampu dijangkau alam fikirannya dengan gaya komunikasi UAS. Tdk ada yang merasa bahasa komunikasi UAS terlampau tinggi, terlampau intelek sehingga sulit dicerap kalangan awam. Tidak juga ada yang menyimpulkan bahasa komunikasi UAS terlampau puritan, terlampau ndeso, terlampau kampungan.

UAS adalah seorang intelektual yang memburu ilmu hingga ke Maroko. Banyak guru yang dirujuk UAS untuk menimba ilmu, baik didalam negeri maupun di mancanegara.

Adapun dari sisi materi, siapapun paham bahwa sosok UAS bukanlah hanya pandai melucu. Tetapi semua batin jamaah yang mendengar ceramah UAS pasti bergumam : ini da'i hebat, pengetahuannya luas, dalilnya lengkap, methode istimbath dalil juga ilmiah, secara intelektual da'i ini memang ada isinya.

UAS bukanlah da'i selebriti yang ikut audisi, yang materinya memang dipersiapkan hanya untuk manggung. Di kepala UAS, ada lautan ilmu sehinga siapapun jamaah yang menimba ilmu darinya, niscaya lautan ilmu itu tak pernah kering.

Dengan demikian, bisa disimpulkan UAS adalah da'i unggul, baik secara intelektual, akademik, maupun penerimaan publik. Elektabilitas UAS melampaui siapapun tokoh di negeri ini.

Karena itu, keliru besar jika ada simpulan UAS 'afkiran' UGM, dan UAD memiliki tingkat intelektual dibawah UGM karena telah 'mengais sisa' dari tokoh intelektual yang tak layak berdiri di mimbar-mimbar UGM.

Justru publik malah bertanya, UGM itu tempat menimba ilmu atau tandon politik untuk meraih jabatan kekuasaan di kabinet ? Kadar intelektual UGM itu ditimbang dengan nalar akademik atau kepentingan penguasa ? Apakah, UGM itu merepresentasikan kaum intelektual atau justru terpapar kedunguan rezim ? [].

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "UGM, UAS, dan UAD"

  1. Caught here in a fiery blaze, won't lose my will to stay
    I tried to drive on through the night
    The heat stroke ridden weather, the barren empty sights
    No oasis here to see, the sand is singing deathless words to me
    Can't you help me as I'm startin' to burn (all alone)
    Too many doses and I'm starting to get an attraction
    My confidence is leaving me on my own (all alone)
    No one can save me and you know I don't want the attention
    As I adjust to my new sights
    The rarely tired lights will take me to new heights
    My hand is on the trigger and I'm ready to ignite
    Tomorrow might not make it, but everything's all right
    Mental fiction follows me, show me what it's like to be set free
    Can't you help me as I'm startin' to burn (all alone)
    Too many doses and I'm starting to get an attraction
    My confidence is leaving me on my own (all alone)
    No one can save me and you know I don't want the attention

    BalasHapus
  2. Apa sih yg bs dibanggakn dr UAS? msh banyak ulama' yg melampaui dia di negerei ini. Hmmmmm.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngapain tanya bro..orang bangga kok di tanyai..hak mereka dong.gendurowo

      Hapus
  3. Benar... suka² dong mau banggain siapa Klu ga senang cukup diam saja jgn jdnya malah anda yg jd kelihatan tidak berilmu.

    BalasHapus
  4. Kalau hidup ini bagai sisi mata uang yang sejalan pasti disanjung yg tidak sejalan pasti dicela .....yang akhirnya memaknai hidup tidak kesampaian

    BalasHapus