Ini Mau Pelantikan atau Perang?





Mau Pelantikan atau Perang?
Ilustrasi

Oleh Sigit Nur Setiyawan

Menjelang hari H pelantikan presiden, Jakarta dibuat sedikit mencekam. Ruas ruas utama yang menlingkari gedung DPR MPR disterilkan dari lalu lintas. Pasukan pengamanan mencapai 30.000 orang pasukan dari unsur TNI dan Polri. Sungguh angka yang cukup fantastis.


Opinipun dibuat akan ada orang orang yang menginginkan pelantikan gagal. Informasi yang disampaikan Polisi bahwa orang yang menginginkan gagalnya pelantikan terkait dengan radikalisme dan terorisme. Beberapa orang diamankan polisi sebagai tindakan pencegahan, salah satunya adalah dosen senior IPB yang dituduh menyiapkan bom molotov untuk mengagalkan pelantikan Presiden. Walaupun banyak alumni IPB yang jelas tidak percaya dengan informasi resmi Polisi tersebut. Akhirnya Polisi meralat bahwa itu bukan bom Molotov namun Bom Ikan.

Berbagai himbauan dan juga pelarangan dilakukan pihak kepala daerah. Sebut saja Kabupaten Bogor, yang berencana akan memanggil orang tua yang anaknya ikut aksi demo menjelang dan hari H pelantikan Presiden.

Ketika kita menjelang hari h berkesempatan melewati jl S Parman, kita akan merasakan hawa yang mencekam. Ribuan aparat sudah mulai berjaga, dilengkapi dengan kendaraan tempur dan water canonnya siap disemprotkan kepada siapa saja yang nekat menerobos.

Pengamanan Jelang pelantikan Jokowi
Pengamanan Jelang pelantikan Jokowi


Kita tidak merasakan hawa “pelantikan” yang bernuansa ceria, seperti pelantikan kepala desa di kampung saya. Dari gapura sampai lokasi acara dipasang umbul umbul wana warni, anak anak kecil berlarian disekitar acara dengan suka cita, dan tukang dagang sudah menggelar dagangan tanpa ada yang merasa takut akan kerusuhan. Namun yang terjadi di sekitar gedung DPR tidaklah demikian.

Bahkan untuk mengaukseskan pelantikan, Gedung DPR diisolasi dari nasyarakat umum. Kita tidak bisa melewati Gerbang Pemuda, jl S Parman, jl Stasun Palmerah dan beberapa ruas jalan lainnya. Seakan akan mengatakan biarlah yang didalam menunaikan hajatan dan yang diluar jangan pernah ganggu kami !!.

Harusnya pelantikan Presiden itu rakyat suka cita, berpesta semampunya dalam rangka sukur kepada Allah dikauniaipemimpin yang sesuai keinginan dan dambaan rakyat. Karena pada dasarnya rakyatlah yang punya hajat, buka presiden ataupun wakilnya. Bukan pula DPR ataupun MPR. Mereka hanyalah wakil wakil kita yang terkadang juga tidak mewakili aspirasi kita sebagai masyarakat. Harusnya ini adalah hajatannya rakyat. Bukan seperti mau perang seperti ini. Aneh kan hajatan tapi mencekam !?!?

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Ini Mau Pelantikan atau Perang?"

  1. Awas keciduk lo min,
    Ups gabakal sih kayaknya, beruta gaada yang baca sih haha

    BalasHapus