Abu Janda ke Israel Bertemu Abdullah bin Ubay bin Salul

Abu Janda bertemu Tentara Israel Abdulah bin Ubay bin Salul

Permadi Arya atau Abu Janda sering kali menuai kontroversial dari ucapan dan kicauannya di media sosial Twitter. Kali ini Abu Janda dikecam netizen karena unggahannya mengenai konflik Palestina dan Israel hanya disebutnya terjadi di jalur Gaza.


Setelah beberapa ucapan dan cuitannya menuai pro dan kontra Abu Janda justru tidak merasa takut akan hal tersebut. Bahkan yang terbaru, ia mengunggah video wawancara dirinya dengan tentara Israel yang disebutnya seorang Muslim. Diskusi keduanya membahas tentang kehadiran Hamas, organisasi politik di Gaza.

"Saya dapat kesempatan interview singkat Muhammad Kabiya, Arab Muslim di tentara Israel IDF. simak testimoninya: ini BUKAN perang agama, BUKAN perang Islam lawan Yahudi, tapi perang lawan teror yang catut Islam demi agenda kelompok sendiri. Sebarkan supaya pada sadar, RT keras tuips," kata Abu Janda.

Tagar #BlokirAbuJanda pun trending topik twitter, warganet menilai Abu Janda yang bertemu dengan tentara Israel yang katanya muslim diibaratkan bertemu dengan orang munafik di jaman Nabi yakni Abdullah bin Ubay bin Salul.

"Fakta yang terang benderang seperti matahari mau di ingkari ...

Kalau di Ibaratkan Zaman Nabi, Abu Janda sedang wawancara Abdullah bin Ubay bin Salul Kepala kaum munafiqin. Ya terang aja, mana ada maling ngaku ..
#BlokirAkunAbuJanda" tulis sebuah akun di twitter.

Brikut adalah video Abu Janda wawancara dengan Abdullah bib Ubay bib Salul, yakni tentara Amerika yang ngaku sebagai seorang Muslim.

Siapa Abdullah bin Ubay bin Salul?


Abdullah bin Ubay dikenal juga dengan nama Ibnu Salul adalah pemimpin dari Bani Khazraj yang juga merupakan pemimpin di kota Madinah. Setelah kedatangan Nabi Muhammad, ia kemudian memeluk agama Islam, tetapi ia juga dikenal sebagai seorang munafik.

Berkali-kali al-Qur’an menunjuk orang ini sebagai sosok kontroversi dalam tutur kata dan perbuatannya  yang merugikan Islam dan kaum Muslimin. Hampir setiap ada fitnah yang menimpa kaum Muslimin di Madinah selalu ada peran Abdullah bin Ubay sebagai provokatornya, bahkan peristiwa haditsul ifki (berita palsu) yang menimpa Ummul Mukminin “Aisyah” ra al Qur’an mengisyaratkan Abdullah bin Ubay sebagai pembesar yang mengendalikannya.

Hingga tahun ke sembilan Hijriyah, sepulang Rasulullah saw dari perang Tabuk, di akhir bulan Syawwal Abdullah bin Ubay menderita sakit. Mendengar Abdullah bin Ubay sakit, Rasulullah saw menyempatkan diri untuk membesuknya. Usamah bin Zaid bercerita: “Saya bersama Rasulullah saw mengunjungi Abdullah bin Ubay yang sedang sakit untuk membesuknya. Rasulullah saw mengingatkan Abdullah bin Ubay “Bukankah saya sudah melarang kamu dari dahulu agar tidak mencintai orang-orang Yahudi?” Abdullah bin Ubay menjawab sekenanya, “Dulu Sa’d bin Zurarah membenci orang-orang Yahudi, kemudian Sa’d bin Zurarah mati.”

Rasulullah saw tidak kehilangan sisi kemanusiaan yang bermartabat meskipun kepada orang yang sering Rasulullah ketahui dari Allah SWT sebagai pembuat masalah dan fitnah di dalam barisan kaum Muslimin. Secara zahir Abdullah bin Ubay menunjukkan dirinya sebagai seorang Muslim, maka ia berhak mendapatkan hak keIslaman itu dengan dibesuk ketika sakit.

Pada bulan kerikutnya, bulan Dzulqa’dah Abdullah bin Ubay wafat. Anak lelaki Abdullah bi Ubay, yang bernama Abdullah bin Abdullah bin Ubay datang menemui Rasulullah saw, meminta salah satu kain Rasulullah saw untuk dijadikan sebagai kafan bagi Abdullah bin Ubay, ayahnya. Dan Rasulullah saw mengabulkan permintaan itu dan memberikan kainnya kepada Abdullah bin Abdullah bin Ubay untuk menjadi kafan bagi jenazah ayahnya.

Kemudian Abdullah bin Abdullah juga meminta agar Rasulullah saw berkenan datang menshalatkannya. Maka Rasulullah saw datang untuk menshalatkan jenazah itu. Ketika Rasulullah saw berdiri hendak menshalatkannya, Umar bin Khaththab menarik baju Rasulullah saw dari belakang dan berkata: “Wahai Rasulullah, Engkau akan menshalatkannya? Bukankah Allah melarangmu untuk menshalatkannya?

Rasulullah saw menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan kepadaku dua pilihan kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS at-Taubah:80) Dan saya akan menambahnya lebih dari tujuh puluh kali.

Umar berkata: “Sesungguhnya dia itu orang munafiq”. Setelah Rasulullah saw menshalatkannya, barulah turun ayat: “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik. (QS. At-Taubah:84)

Rasulullah saw menshalatkannya ketika itu karena memperlakukannya secara zahir, yaitu pengakuan Abdullah bin Ubay bahwa ia seorang Muslim. Dan Islam mengajarkan ummatnya untuk memperlakukan manusia sesuai dengan kondisi zahirnya, urusan hati dan batinnya adalah kewenangan Allah SWT.

Bisa juga dimaknai bahwa Rasulullah saw menshalatkan Abdullah bin Ubay –tokoh munafiq itu- untuk menghormati anaknya –Abdullah bin Abdullah bin Ubay- yang merupakan salah satu sahabat mulia. Sedangkan pemberian kain Rasulullah saw sebagai kain kafan Abdullah bin Ubay bisa difahami sebagai pembuktian karakter Rasulullah saw yang tidak pernah menolak permintaan siapapun selama Rasulullah saw memilikinya. Bisa juga difahami bahwa Rasulullah saw tidak pernah melupakan kebaikan Abdullah bin Ubay –tokoh munafiq itu- di samping keburukannya yang tidak terhitung.

Bagi Abdullah bin Abdullah bin Ubay kematian ayahnya itu menjadi salah satu bukti bahwa berbakti kepada orang tua tetap dilakukan oleh seorang anak, meskipun ia tahu bahwa ayahnya bergelimang dosa dan berlumur maksiat. Selama orang tua itu tidak menyuruhnya berbuat maksiat atau melarangnya beramal shalih.

Orang baik akan senantiasa membuat kebaikan meskipun kepada orang  yang tidak baik. Sedangkan orang yang tidak baik akan terus membuat keburukan meskipun kepada orang yang membuat kebaikan.  Wallahu a’lam.

17 komentar untuk "Abu Janda ke Israel Bertemu Abdullah bin Ubay bin Salul"

  1. Anak kampang.binatang dari keluarga keturunan babi elo abu janda....mati lha engkau abu janda anjing elo babi elo...kacokkk emak binatang semoga keterunan mu seperti binatanggg

    BalasHapus
  2. Elo yang merendahkan arti dan makna islam sesungguhnya,..islam itu rahmatanlill'alamiim...ngapain cara pikir lu begitu..berbeda pandangan sedikit lu bilang kapir,lu bilang penghianat,lu bilang munafiqin.,dangkal banget pemahaman islam lu.. perang selalu elu hubungkan ke agama,curigaan melulu ama pendapat orang,lebih oercaya gosip&dogma dari pada fakta,nulis berita ngikutin orang banyak daripada pendapat mandiri..yang namanya orang jahat ya jahat,gak ada persoalan agama..tentara israel jahat ya jahat,.penjuang Hamas jahat ya jahat,pake nalar donk bro..kisah Muhamad lu maknain sembarangan..Muhammad sholatin orang itu lu bilang cuma karena menghormati anaknya orang itu,sejak kapan Nabi Muhammad sholat karena manusia?..sembarangan aja lu maknain kisah Rasulullah...
    ..mau nantangin debat ayo bro

    BalasHapus
  3. Paragraf terakhir..Kesimpulan yg cerdas..!

    BalasHapus
  4. Abu jahanam alias abu janda yg sebenarnya teroris dri medsos krna dia telah mendukung teroris bagi warga palestina... Smoga mendpt balasan yg setimpal dlm waktu yg sesingkat singkatnya Aamiin...

    BalasHapus
  5. Ini abu abuan yg sok tsu, mulut besar otak secuil

    BalasHapus
  6. Haram menyolatkan orang munafiq.

    BalasHapus
  7. Abu jahanam alias bapaknya yg.anaknya janda semua

    BalasHapus
  8. Semakin jelas dan terang benderang mana yang benar dan mana yg salah..hanya orang2 yg tertutup dan bodoh yang mengikuti dan mendukung jejak orang satu ini.

    BalasHapus
  9. Si permadi akan menjadi abu di neraka nanti nya.

    BalasHapus
  10. Do'akan disegerakan Allah SWTSWT menca nyawanya supaya dosanya tidak terlalu banyak...Amiin

    BalasHapus
  11. Abu goblok, abu bego, abu tolol, abu gila, abu setan, abu tai, abu anjing

    BalasHapus
  12. Bodat 1 ini makin lama maki kyak anjing tah ap maunya mati aj kau abu janda laknatullah

    BalasHapus
  13. Tolong bapak kepala bagian persampahan ini kok ada sampah masih kececer di jalanan, tolong di kutip dan di binasahkan segera ya pak.. Trimaksh

    BalasHapus
  14. Sesungguhnya Allah tidak tidur...tau mana yg salah dan benar...bumerang pasti kembali ke pemiliknya

    BalasHapus
Banner iklan disini