IMAM NAHRAWI TERSANGKA KORUPSI, UINSA BERSYUKUR ATAU PRIHATIN ?





IMAM NAHRAWI TERSANGKA KORUPSI

Oleh : Nasrudin Joha

Alhamdulilahirobbil a'almin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kekuatan kepada KPK, setelah dipreteli kewenangannya oleh DPR dan Presiden melalui revisi UU KPK, namun tetap teguh dan komitmen dalam memberantas korupsi. Baru saja, KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka.


KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan dan Miftahul Ulum (asisten pribadi Menpora) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Kasus ini merupakan pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pada kasus awal, KPK menjerat 5 tersangka, yaitu Ending Fuad Hamidy, Johnny E Awuy, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto.

Sebagai anak bangsa yang komitmen dalam agenda besar perang melawan korupsi, tentu saja saya dan Anda yang membaca tulisan ini patut bersyukur. Sebab, KPK masih berani tegas terhadap koruptor yang merusak bangsa ini ditengah arus pelemahan KPK yang terjadi begitu terstruktur, sistematis, massif dan brutal.

Rasa syukur ini tentu saja bentuk tanggung jawab warga negara yang cinta NKRI, yang tak ingin NKRI bubar karena perilaku para maling berdasi, pejabat penyelenggara negara yang korupsi. Segenap rakyat yang saat ini terbebani dengan berbagai pajak dan pungutan, BPJS, tarif listrik, dll, tentu saja ikut lega mendengar Kabar ini.

Seluruh sivitas akademika UINSA Surabaya, saya fikir juga memiliki komitmen yang sama, yakni mendukung proses pemberantasan korupsi di negeri ini. UINSA jelas tak beda pendapat, tentang pentingnya negeri ini terbebas dari tindakan kotor yang menggarong uang rakyat, melalui perilaku korupsi.

Memang benar, Imam Nahrawi adalah ketua IKA UINSA Surabaya. Namun hal ini, tentu saja tidak perlu membuat UINSA merasa malu. Justru UINSA merasa bangga, tegar dan ridlo melepas kader untuk digaruk KPK, karena memang berperilaku korup.

Mengganti IKA UINSA itu mudah, tinggal konggres selesai. Namun, membersihkan citra UINSA dari korupsi itu yang sulit. Kredebilitas UINSA tercoreng, jika tidak ikut bersyukur dengan Kabar ditetapkannya Imam Nahrawi sebagai tersangka KPK maka publik bertanya, bagaimana komitmen UINSA terhadap agenda pemberantasan korupsi ?

Kita semua berdoa, semoga dengan tergaruknya Imam Nahrawi, akan membersihkan UINSA dari praduga publik sebagai kampus yang terpapar korupsi. Dengan diciduknya Imam Nahrawi, akar paparan korupsi tercerabut dari UINSA.

Namun, saya memahami UINSA pasti prihatin dan bersedih dengan nasib spanduk dan baliho ucapan selamat datang kepada mahasiswa, yang disana terpampang gambar Imam Nahrawi. Bukankah spanduk ini bikin malu ? Apalagi spanduk ini dipajang dilingkungan kampus.

Lantas, bagaimana nasib dan masa depan spanduk dan baliho tersebut ? Akankah, baliho kebanggaan UINSA itu dicopot atau diturunkan ? Lantas, akan dikemanakan baliho atau spanduk itu ?

Saya kira kita semua patut ikut prihatin dan berbela sungkawa, atas tragedi yang menimpa spanduk di UINSA Surabaya ini. Semoga, ada cara terbaik untuk menyelamatkan nasib spanduk tersebut. [].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "IMAM NAHRAWI TERSANGKA KORUPSI, UINSA BERSYUKUR ATAU PRIHATIN ?"

Posting Komentar