Mengharukan! Ditolak RI, Rakyat Aceh Patungan Untuk Makan Pengungsi Rohingya, Netizen Menangis


Rakyat Aceh Patungan Untuk Makan Pengungsi Rohingya

Beritaislam - Sebanyak 94 pengungsi Rohingya diselamatkan nelayan Aceh. Mereka terombang-ambing di laut beberapa hari, sebelum warga mendesak mereka dibawa ke darat.

"Mereka itu di Malaysia ditolak, di mana-mana ditolak, hanya Aceh yang mau terima," ujar seorang warga.


Awalnya pemerintah Indonesia juga menolak kedatangan mereka, TNI akan melepas kembali mereka ke tengah lautan, tapi masyarakat Aceh mencegah, masyarakat Aceh yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi berbondong2 dan berjanji akan memberi makan mereka secara patungan, terlebih mereka adlah saudara sesama muslim yang tertindas di negerinya.

Inilah salah satu faham buruk Nasionalisme yang dikecam Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam (ashobiyah)

Mereka mau menolong jika dari kaumnya saja (Negerinya saja), tapi enggan  dan tidak mau menolong bila dari golongan lain (luar dari negerinya.

Rakyat Aceh Patungan Untuk Makan Pengungsi Rohingya

“Tidaklah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ‘ashabiyyah, dan bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang berperang di atas ‘ashabiyyah, dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mati di atas ‘ashabiyyah”. [HR. Imam Abu Dawud]

“(Bukanlah golongan kami, siapa saja yang menyerukan kepada ‘ashabiyyah), yakni orang yang menyeru manusia untuk berkumpul di atas ‘ashabiyyah, yaitu:  menolong orang yang dzalim. (Bukanlah golongan kami, siapa saja yang berperang di atas ‘ashabiyyah, dan bukan golongan kami, barangsiapa mati di atas ‘ashabiyyah).  Imam Ibnu al-Atsir berkata, “Al-‘Ashabiy (orang yang ashabiyyah) adalah orang yang marah karena keashabiyyahannya (kaumnya), dan melindungi mereka (karena keashabiyyahannya). At-Ta’shiib : al-Mudaafa’ah wa al-Muhaamaat (saling melindungi dan menjaga). Imam Ibnu Taimiyyah berkata, “Jelaslah berdasarkan hadits ini, bahwasanya ta’ashshubnya seorang laki-laki kepada suatu kelompok, secara mutlak, adalah perbuatan kaum jahiliyyah yang harus dijauhi dan dicela; dan berbeda dengan mencegah orang yang dzalim dan membantu orang yang didzalimiy bukan karena permusuhan, maka perbuatan ini adalah terpuji bahkan wajib.   Tidak ada saling menafikan antara hadits ini dengan hadits, “Tolonglah saudaramu yang dzalim maupun yang didzalimi”…[Faidl al-Qadiir, juz 5/492]

Umat Islam adalah 1 tubuh, bila ada anggota yg sakit, maka seluruh tubuhnya seharusnya merasakan sakitnya.

Bahkan kecaman tertinggi yang sangat hina bagi pelaku ashobiyah    adalah hadits berikut ini:
“Barangsiapa berbangga-bangga dengan slogan-slogan jahiliyah, maka suruhlah ia menggigit kemaluan ayahnya dan tidak usah pakai bahasa kiasan terhadapnya,” (Shahih, HR Bukhari  Adabul Mufrad [963])

Saat tsunami 2004, jutaan orang dari berbagai negara dan latar belakang agama, menggalang bantuan untuk Aceh. Kini Aceh telah melakukan tugas sejarahnya pada pengungsi Rohingya.
Jaroe loen siploh di ateuh ule. Hormat untuk warga semua.

Salam hormat untuk Masyarakat Aceh dari kami Umat Islam di JAWA.

Semoga Allah limpahkan keberkahan kepada kalian semua 🤲🤲🤲aamiin

(Sumber Keripik Pedas Instagram)

Banyak Netizen yang menangis

Dari video yang diunggah oleh akun keripik pedas di instgram yang diambil dari BBC

hasna_sahila

Menangis saya 😭😭😭

nurul_farida_ratnawati

YaAllah...lindungiLah mereka dimanapun berada😭😭😭😭

dhisaster_tn2313

terharu liatnya 😭

erna_shafa
Alhamdulillah, terimakasih rakyat Aceh..😢😢😥

Berikut ini videonya:



Rakyat Aceh Patungan Untuk Makan Pengungsi Rohingya

Act Humanity Sudah turun tangan mengenai pengungsi dari Roohingya ini.

Bagi yang ingin bersedekah untuk pengungsi Rohingya silakan ke sini melalui rekening resmi ACT :

https://indonesiadermawan.id/SedekahPagiDuniaIslam

atau melalui rekening

BNI Syariah 66 0000 5005
Mandiri 164 0000 965 576
a.n Aksi Cepat Tanggap

[beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengharukan! Ditolak RI, Rakyat Aceh Patungan Untuk Makan Pengungsi Rohingya, Netizen Menangis"

Posting Komentar