Heboh, Seword Ungkap Nama-nama Buzzer Istana, Ada Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi





Nama-nama Buzzer Istana

Sebuah capture yang diunggah di laman seword viral di media sosial, mengenai nama-nama buzzer istana.

Namun sayangnya postingan itu sudah dihapus, kami sudah sejak lama mendapatkan capture tersebut dari salah seorang selebgram yang juga merupakan ustadz terkenal di Indonesia.


Beliau mengirim capture tersebut, mengenai kumpulan nama-nama buzzer Jokowi atau buzzer istana, di dalamnya ada nama-nama akun yang memiliki follower besar, di antaranya seword sendiri, habibthink, Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi dan lain sebagainya.

Tadi malam 8/10/2019 twitter diramaikan dengan trending #ILCBUZZER lantaran ILC baru saja menayangkan episode tentang buzer di Istana.

Para warganet kini sedang bertanya-tanya tentang kebenaran adanya buzzer untuk Istana.

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin pernah ditanya tentang buzzer ini.

Ngabalin pernah menjelaskan bahwa media sosial merupakan tempat yang memiliki pengaruh besar di masa kampanye presiden lalu.

Hal itu disampaikan Ngabalin saat menjadi bintang tamu di acara 'Dua Arah', Senin (7/10/2019).

Ngabalin menyebutkan Buzzer bisa dikatakan sebagai Cyber di dunia maya.

"Buzzer itu kan sebetulnya ketika kita berbicara mengenai industry 4.0, maka istilah Buzzer itu dikenal dengan istilah Cyber di dunia maya," kata Ngabalin.

Ketika media sosial twitter ramai dengan buzzer istana, warganet menemukan bukti terkait adanya buzzer untuk istana.

Hal tersebut ternyata pernah diungkap oleh seword.com di akun facebooknya menyebut terang-terangan tentang buzzer.

Bahkan akun tersebut buka-bukaan terkait nama-nama dalam anggota buzzer mereka yang bekerja ketika debat presiden lalu.

Dan dalam nama tersebut terdapat nama-nama yang kini disebut-sebut memang sebagai buzzer untuk istana.

Yakni Denny Siregar, Eko Kuntadhi, Abu Janda dan sebagainya.

Dalam unggahan Seword.com tersebut menuliskan bahwa kelompok mereka bekerja dan berkumpul bersama untuk membuat konten spontan ketika debat presiden berlangsung.

"Lima kali debat capres cawapres, lima kali pula kami berkumpul untuk nonton bersama.

Membuat konten secara spontan untuk merespom setiap pernyataan," tulis seword.com.

Kemudian unggahan tersebut menulis jelas tentang siapa saja yang menjadi anggota tim yang bekerja saat debat tersebut.

Diantaranya ada nama Yusuf Muhammad, Katakita, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Pepih Nugraha, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Eko Kuntadhi, Komik Kita, Komik Pinggiran, Habib Think, Salman Faris, dan Seword.com sendiri.

"Semua datang dari berbagai daerah, memenuhi panggilan Kakak Pembina," lanjutnya.

Yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa tim tersebut hanya kakak pembina dan Presiden yang mengetahuinya.

Mereka bahkan menyebut diri mereka seperti Avengers yang setiap orangnya saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar.

Namun ternyata Seword.com malah mengambil gambar dan mengabadikan momen tersebut dan menulis unggahan itu.

Kemudian unggahan tersebut menulis jelas tentang siapa saja yang menjadi anggota tim yang bekerja saat debat tersebut.

Diantaranya ada nama Yusuf Muhammad, Katakita, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Pepih Nugraha, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Eko Kuntadhi, Komik Kita, Komik Pinggiran, Habib Think, Salman Faris, dan Seword.com sendiri.

"Semua datang dari berbagai daerah, memenuhi panggilan Kakak Pembina," lanjutnya.

Yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa tim tersebut hanya kakak pembina dan Presiden yang mengetahuinya.

Mereka bahkan menyebut diri mereka seperti Avengers yang setiap orangnya saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar.

Namun ternyata Seword.com malah mengambil gambar dan mengabadikan momen tersebut dan menulis unggahan itu.

Seword yang menjelaskan tentang adanya tim saat debat capres cawapres, disebut sebagai buzzer istana. Ada nama Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi. (twitter.com/R4jaPurwa)

Denny Siregar Akui Pertemuan Tersebut

denny siregar


Denny membenarkan pertemuan itu.

Ia mengungkapkan bahwa saat itu, mereka berkumpul untuk mengkoordinasikan materi kampanye Jokowi di media sosial.

Denny mengaku mereka tak dibayar untuk itu. "Memang buat saya seharusnya kita begitu kampanye itu.

Pihak lawan juga begitu. Semua punya agenda membela yang dipilihnya," ujar Denny.

Hal yang sama diungkapkan Pepih Nugraha, aktivis media sosial.

Pepih menyebut sosok "Kakak Pembina" mengacu pada siapa pun di sana yang paling jago membuat konten.

Berbeda dengan Denny, Pepih mengaku dalam pertemuan itu ada sejumlah uang yang diberikan tim kampanye untuk mereka.

Namun uang itu sebatas ongkos operasional dan upah bagi mereka.

"Kaya misalnya Ninoy (Karundeng), dia mengaku digaji Rp 3,2 juta. Kan memang sebagai buzzer ada imbalannya lah. Gajian semua pasti ada... Bohong kalau dibilang enggak ada," ujar Pepih.

Setelah pilpres, menurut Pepih, para pegiat sosial media pendukung Jokowi, tak lagi terorganisasi seperti saat kampanye.

Kesamaan isu yang diangkat para buzzer pendukung Jokowi karena memang mereka pendukung Jokowi garis keras.

"Karena kita dipersatukan dengan kepentingan yang sama, sehingga kita seolah-olah sama narasinya," kata Pepih.

Soal ada atau tidaknya akun lain yang saat ini dibayar untuk membela pemerintah di sosial media, baik Denny atau Pepih mengaku tak tahu soal itu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh, Seword Ungkap Nama-nama Buzzer Istana, Ada Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi"

Posting Komentar