UAS, Pembakar Hutan Harus Digantung Atau Ditembak Mati





UAS, Pembakar Hutan Harus Digantung Atau Ditembak Mati

Ustadz Abdul Somad Lc MA merupakan satu di antara 6,7 juta warga yang terdampak udara kotor akibat pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.


Diketahui UAS adalah putra dari Sumatra Utara yang kini berdomisili di Provinsi Riau, yang merupakan daerah yang memiliki titik api terbanyak.

Bahkan sampai Presiden Jokowi juga datang ke Riau untuk memantauu pemadaman kebakaran hutan.

Menurut Ustadz Somad, pembakar hutan harus dihukum seberat-beratnya.

"Pembakar-pembakar (hutan) ini mesti digantung di Monas." ujar Ustadz Somad dalam salah satu ceramahnya.

Ustadz Abdul Somad juga menyampaikan peringatan bahwa membakar hutan merupakan dosa besar melebihi besarnya doa kecanduan obat terlarang.

"Kalau pecandu sabu-sabu, yang mati yang sakau, yang beli saja. Tapi kalau yang membakar hutan, bayi-bayi kena ispa." tegas sang Ustadz.

Diketahui akibat kebakaran hutan ini di Sumatra, sejumlah bandar udara (bandara) di Sumatera Utara ditutup sementara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Penutupan ini dilakukan mengingat jarak pandang (visibility) yang sangat terbatas sehingga membahayakan penerbangan.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan bahwa kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan sangat mempengaruhi jarak pandang. Sehingga menyulitkan pesawat saat mendarat. seperti dikutip beritaislam.org dari laman kantor berita Rmol.id

"Ada beberapa bandara yang close atau tutup. Salah satunya mungkin yang ada di Lhokseumawe dan juga ada di Silangit, Tapanuli Utara," katanya.

Simak video Ustadz Abdul Somad tentang pembakar hutan yang harus di gantung atau tembak mati di sini.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "UAS, Pembakar Hutan Harus Digantung Atau Ditembak Mati"

  1. dihukum ajah pak,,,,biar jerah.
    karena kematian ditentukan Oleh TUHAN sendiri..Ajal manusia itu ditangan TUHAN bkn ditgn manusia.jadi mohon di hukum saja sesuai perbuatannya,,karena kita seaama manusia tdk akan pernah luput dari yg nqmaxq salah dan dosa🙏🙏

    BalasHapus