Daripada ke Borobudur, Jokowi Mending Ngantor di Papua, Blusukan Naik Motor Bareng Iriana


jokowi sepedaan di magelang

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersepeda di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Setelah sepeda, Jokowi bersama sejumlah menteri naik ke Candi Borobudur.

Jokowi yang memakai jaket warna merah bersama Iriana. Rute dimulai dari Manohara sampai Kenari menempuh sekitar 1,7 Km. Kemudian, terus berjalan naik Candi Borobudur dari tangga utara, turun di tangga barat Jumat (30/8/2019).


Adapun para menteri menyertai rombongan presiden antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Mendikbud Muhajir Effendy, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya dan Menseskab Pramono Anung.

Ikut mendampingi pula Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Magelang Zaenal Arifin. Setelah turun dari candi, semula dijadwalkan bertemu dengan pedagang Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB), namun urung dilaksanakan.

Usul: Jokowi Ngantor di Papua, Blusukan Naik Motor bareng Iriana

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade meminta Presiden RI Joko Widodo untuk bisa meredam kerusuhan yang terjadi di Papua. Andre bahkan menyarankan Jokowi untuk bisa berkunjung ke wilayah tersebut.

Tak hanya itu, Andre mengusulkan agar Jokowi dapat berkantor di Papua guna mencegah kemarahan warga terhadap aksi rasis serta persekusi terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah Indonesia tak meluas.

"Saya usulkan Pak Jokowi dan jajaran kabinetnya segera berkantor di Papua," kata Andre Rosiade, Jumat (30/8/2019).

Ia beryakinan, kehadiran Jokowi di tanah Papua nantinya dapat membuat tenang masyarakat setempat.

Andre kemudian menyinggung momen Jokowi beserta istrinya Iriana yang sempat berkelilimg menggunakan speda motor saat mengunjungi Papua beberapa waktu lalu.

"Sebagai pemenang Pilpres 2019 di Papua dengan 90 persen suara, tentu bisa menyejukkan suasana di Papua. Apalagi kalau bapak blusukan naik motor bersama Ibu Iriana. Selain itu, sekalian latihan kan katanya mau pindah ibu kota," ujar Andre.

Untukdiketahui, Presiden Jokowi mengaku terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Jayapura, Papua, hingga Kamis (29/8/2019).

Kekinian, masih terjadi aksi anarkistis yang dilakukan oleh massa hingga berujung pada pembakaran fasilitas umum di Jayapura.

"Ya jadi, saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapatkan laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura," ujar Jokowi dari siaran langsung dari akun youtube Sekretaris Presiden, Kamis (29/8/2019) malam.

Jokowi mengajak masyarakat Papua untuk tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkistis.

Menurutnya, semua masyarakat akan rugi jika aksi demonstrasi berujung kerusuhan yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak.

"Saya minta masyarakat juga tenang, tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Karena kita semuanya akan rugi apabila ada fasilitas-fasilitas umum, fasilitas-fasilitas publik, fasilitas-fasiltas masyarakat yang kita bangun bersama jadi rusak atau dirusak," tuturnya. [src]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daripada ke Borobudur, Jokowi Mending Ngantor di Papua, Blusukan Naik Motor Bareng Iriana"

Posting Komentar