Muslim Uighur dan Arab Bantu China Hadapi Corona, Ada Yang Sampai Jual 11 Kuda


Seorang pria Uighur bahkan menyumbangkan 11 ekor kudanya bantu penanganan corona

Beritaislam - Muslim Uighur kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pemerintah Negara China. Namun, ketika China terserang virus Corona, Uighur tidak mencaci maki namun melakukan perbuatan yang sungguh mulia.

Mereka justru membantu pemerintah China dalam menghadapi virus corona.


Hal itulah yang disoroti oleh pendiri AMI Foundation Azzam Izzul Haq.

"Bulan lalu, Muslim Uyghur membantu warga yg terdampak banjir di Indonesia," kata dia pada Senin (10/2/2020) mengutip dari laman alumni212.id.

Republika juga telah memberitakan hal yang senada, Seorang pria Uighur bahkan menyumbangkan 11 ekor kudanya bantu penanganan corona.

"SEKARANG, Ba Bantolle, sahabat Muslim Uyghur yg tinggal di Wenquan Xinjiang menjual 11 ekor kuda miliknya dan membantu masyarakat terdampak Wuhan Coronavirus di provinsi Hubei," kata dia menambahkan.

Ia pun bertanya, "Terbuat dari apa hatinya?"

Warga Arab Siap membantu China

Sejumlah warga asing dari negara-negara Arab ramai-ramai ingin mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan, China. "Saya seorang dokter. Saya bisa berbicara bahasa Arab, Mandarin, dan Inggris. Saya bisa membantu merawat pasien, memberikan informasi, dan melakukan apa saja," kata Ali Wari, warga negara Palestina, yang tinggal di Wuhan, Ahad (9/2).

Dia bersama teman-temannya dari negara Arab sedang menunggu izin dari pemerintah lokal untuk bisa menjadi tenaga sukarelawan. Pria yang bekerja di perusahaan teknologi informasi di kota yang menjadi episentrum 2019-nCoV itu menggalang dukungan dengan membuat grup Wechat (pesan instan yang sangat populer di China).

Grup Wechat yang diberi nama Wuhan 2019-nCoV itu memiliki anggota sekitar 480 orang dari negara-negara Arab yang kebanyakan bekerja di Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut. "Awalnya, saya menerjemahkan dan menyebarkan informasi mengenai virus ini. Lalu banyak yang bergabung dalam grup," ucap Wari dikutip media resmi setempat.

Beberapa pekan yang lalu, Wari menerjemahkan dan menyebarkan informasi penting mengenai virus corona jenis baru itu, termasuk langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah setempat. "Saya yakin virus ini bisa dikendalikan. Tapi banyak pelajar muda yang panik meskipun kampus sudah berusaha semaksimal mungkin. Oleh sebab itu, saya akan menenangkan mereka seperti halnya seorang kakak," ujarnya.

Mohamad Khotib yang juga berasal dari Palestina meminta keluarganya bergabung dengan Wari. "Saya yakin ada solusi mengatasi wabah ini. Kami harus bekerja keras dan tidak kenal kata menyerah," tegasnya.

Beda lagi dengan Mohamad Asaad, kandidat doktor dari Mesir, yang sudah telanjur cinta dengan Kota Wuhan. "Saya sedih melihat kota yang gemerlap ini. Sekarang saatnya mendukung dan saling bekerja dengan baik. Karena itu, saya sebagai relawan telah mendarmabaktikan diri dan mendukung kawan-kawan China saya untuk mengatasi masa-masa yang sulit ini," katanya.

Dengan mengatasnamakan warga Arab, Wari telah mengajukan permohonan kepada Kantor Urusan Luar Negeri (FAO) Kota Wuhan agar diizinkan menjadi tenaga sukarelawan. "Saya ingin membantu apa yang bisa saya lakukan. Kami tinggal di Wuhan, makanya saya cinta kota ini," ujar Wari dikutip Xinhua.

Sementara itu, seorang warga beretnis Uigur Xinjiang, Ba Baintolle, menyumbangkan 11 ekor kudanya. Uang hasil penjualan 11 ekor kuda senilai 88 ribu yuan atau sekitar Rp 171,9 juta itu diberikan kepada Pemprov Hubei untuk mengatasi wabah virus mematikan.

Penggembala kuda itu tinggal di Kabupaten Wenquan, Daerah Otonomi Xinjiang. Kabupaten Tongcheng, Provinsi Hubei, setiap tahun menyumbangkan 300 ribu yuan (Rp 586 juta) kepada warga Wenquan untuk membangun infrastruktur, pengenalan teknologi, dan membangun sekolahan.

"Saya sangat sedih dengan berjangkitnya wabah di Hubei. Mereka banyak sekali bantu kami dan sekarang saatnya saya membantu mereka," ujar Baintolle dikutip China Daily.

Pria yang memiliki 400 ekor kuda dengan pendapatan sekitar 150 ribu yuan (Rp 293 juta) per tahun itu mengatakan kuda melambangkan keberanian dan ketangguhan. "Saya berharap masyarakat Hubei dengan gagah berani bisa menundukkan virus tersebut. Jangan menyerah. Hati saya bersamamu, meski jarak kita ribuan mil," ucapnya.

Data Komisi Kesehatan China (NHC) hingga Senin pagi menyebutkan jumlah kasus positif 2019-nCoV sebanyak 37.289, terduga (28.942), parah (6.188), meninggal (813), dan sembuh (2.900). Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak di China dengan perincian, positif (29.631), meninggal (871), dan sembuh (1.795).

[beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muslim Uighur dan Arab Bantu China Hadapi Corona, Ada Yang Sampai Jual 11 Kuda"

Posting Komentar