Pengerusakan Musholla di Minahasa Utara Bukti Intoleransi Nyata dan Anti Pancasila!






Beritaislam - Oleh: Arifin Alfatih(Aktifis Islam, penulis buku "Misi Rahasia Mush'ab bin Umair)

"Pancasila barang mati tak memiliki kemampuan apapun untuk menangani kasus intoleransi dan diskriminasi seperti yang terjadi di Manado, sebagaimana yang juga terjadi di Wamena dan Tolikara"

Mereka mengira dengan cara ini, perkembangan Islam di Manado akan berhenti. SALAH BESAR!


Mereka mengira hanya dengan menghancurkan tempat ibadah kaum muslimin, Islam tidak akan tumbuh di kota Manado. SALAH BESAR!

Mereka juga mengira dengan menghancurkan rumah Allah, umat Islam di Manado tidak akan menyembah Allah lagi. SALAH BESAR!

Cara-cara anarkisme yang mereka lakukan tidak akan membawa dampak apapun pada umat Islam kecuali semakin kuatnya mereka dalam keimanan.

Dampak yang akan terjadi justeru sebaliknya, mereka akan melihat bagaimana Islam di Manado akan semakin kuat, meluas dan mendominasi.

Dengan alasan apapun, dari sudut manapun, penghancuran tempat ibadah dengan cara-cara anarkisme, teriak-teriak seperti setan kerasukan 'Jin Ifrit' itu tidak dapat dibenarkan.

-

Lebih luas. Ini adalah bentuk ketidakmampuan negara yang oleh para pengasong menyebut negeri ini dengan sebutan "negara pancasila".

Faktanya pancasila hanya paling nyaring disuarakan oleh kelompok elit-elit koruptor sebagai alat untuk melegitimasi tindakan korupsi mereka dengan bersembunyi dibalik slogan 'saya Indonesia, saya Pancasila'.

Para budak cecunguk juga hanya sibuk dalam kebodohan dan kedunguan mereka yang ikut menceburkan diri dalam lingkaran slogan kosong para pengasong 'Pancasila'.

Pancasila gagal total dalam menebar slogan-sloganya yang tak memiliki ruh dan nyawa.

Pancasila barang mati tak memiliki kemampuan apapun untuk menangani kasus intoleransi dan diskriminasi seperti yang terjadi di Manado, sebagaimana yang juga terjadi di Wamena dan Tolikara.

Kepada para perusak rumah Allah. Apa yang kalian lakukan tidak akan menjadikan kalian berkuasa atas kaum muslimin di Manado, tidak akan menjadikan kalian menjadi besar lagi mulia.

Sebaliknya, tindakan kalian hanya akan jadi kehinaan di hadapan manusia yang lain. Menjadikan agama kalian menjadi agama yang diperbincangkan bukan karena kemuliaan tapi karena sikap kalian yang nista sebab penuh kebencian.

Kepada para pengasong "Pancasila" berhentilah istiqamah dalam kedunguan kalian, lihatlah bahwa Pancasila tidak memiliki kesaktian apapun untuk melindungi dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Lihat apa yang terjadi di Tolikara saat para pelaku anti Pancasila dan intoleransi mempersekusi, mengintimidasi serta berbuat anarkisme kepada umat Islam di sana.

Dimana kesaktian Pancasila saat puluhan nyawa umat Islam di Wamena hilang begitu saja dan sampai hari ini tidak ada kejelasan atas hak hidup mereka.

-

Sekali lagi kami sampaikan kepada siapapun yang memusuhi Islam, kami sampaikan kepada anda-anda semua, bahwa ini adalah abad kebangkitan Islam.

Betapapun kalian berusha menghalau kebangkitannya, betapapun kalian berusaha menghentikan laju perkembangannya, maka yang kalian lakukan hanya kesia-siaan belaka. Islam di Manado akan terus berkembang pesat dan membesar, begitu pula di negeri-negeri lain.

Kamipun tidak menaruh harapan besar bagi penegakan hukum di negeri ini, sebab kami telah tahu bagaimana sistem hukum di negeri ini hanya jadi alat permainan belaka.

Tempat kami bertumpu dan menggantungkan harapan hanyalah kepada Allah Tuhan kami.

Semoga Islam tetap tegak berdiri di atas kezaliman.
Semoga Allah segera memenangkan agama ini atas semua agama dan ideologi-ideologi kufur lainnya.

[beritaislam.org]
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengerusakan Musholla di Minahasa Utara Bukti Intoleransi Nyata dan Anti Pancasila!"

Posting Komentar