UYM: Banyak Negeri yang Tidak Ramah dengan Islam dan Berpenduduk non Muslim Kemudian Menerima Islam


Yusuf Mansur

Beritaislam - Yusuf Mansur akhirnya meminta maaf, setelah postingan di akun Instagranya terkait Uyghur menuai kontroversi luas.

Permintaan bos Paytren tersebut, setelah sebelumnya ditegur salah satu aktivis kemanusiaan, Azzam Mujahid Izzulhaq dan menjadi viral di twitter.

"Saya ini cuma manusia biasa. Saya minta maaf. Saya hanya ngajak doa tentang Uighur. Dan ngajak lansung liat Uighur. Secara saya ya juga belum ke sana," kata Yusuf Mansur di akun IG-nya, Kamis (19/12/2019).


Tidak hanya minta maaf, Yusuf Mansur juga menyampaikan terimakasih kepada Azzam Mujahid Izzulhaq yang telah meluruskan pernyataannya.

"Makasih Mas Azzam.. Jazaakumullaah. Kapan-kapan mudah2an bisa ketemuan. Sharing2 yang saya beloman tau," ujar Yusuf Mansur di status IG yang lain.

Tidak hanya di IG, dari pantauan beritaislam.org, Yusuf Mansyur juga secara resmi memposting permintaan maaf dan terimakasihnya di Twiter dan web pribadinya.

Pendiri Pesantren Daarul Quran ini juga mengatakan akan segera mengunjungi Xinjiang.

"Asli saya mau ke Xinjiang, mau ke Uighur," tulis Yusuf Mansur di status IG yang lain.

"Setiap masalah, mudah2an bawa hikmah... Kita sabarin diri. Sambil terus doa yang terbaik u/ Uighur. Sekali lagi, u/ Uighur. Ga juga cuma rame di medsos," ujarnya.

Sebelumnya, Yusuf Mansur berkomentar terkait kondisi muslim Uighur di Xinjiang yang lagi ramai dibicarakan publik. Yusuf Mansur seperti menggambarkan kondisi Xinjiang baik-baik saja, bahkan ada pesantren besar dengan ribuan santri.

"Saya banyak dapat cerita indah tentang Xinjiang. Termasuk sahabat saya, DR. Abu Bakar. Yang punya pesantren di Xinjiang, dengan 1200 santri. Mukim loh. Saya pernah ditunjukkan berbagai video sekolah/madrasah/pesantren DR. Abu Bakar. Ya Xing Education namanya. Ya Xing itu Yaasiin," kata Yusuf Mansur di akun IG-nya, Rabu (18/12/2019).

Klaim Yusuf Mansur ini dibantah oleh Azzam Mujahid Izzulhaq, yang sudah datang langsung ke Xinjiang dengan biaya sendiri.

"Pesantren Ya Xing Education di Xinjiang memiliki 1500 santri? Tunjukkan di kota mananya saja. Saya datangi. Di Xinjiang, Yaxing itu nama hotel, mall, supermarket. Pesantren? Duh," kata Azzam di akun twitternya, Rabu (18/12/2019).

Azzam juga meluruskan cocoklogi Yusuf Mansur yang menyebut Ya Xing itu Yaasiin (seperti nama surat dalam Al-Quran).

"Yaxing adalah dialek Mandarin dari Yasin? Duh cocoklogi apalagi ini Bang @Yusuf_Mansur," ujar Azzam.

Untuk membuktikan benar tidaknya klaim pesantren, Azzam mengajak langsung Yusuf Mansur untuk berkunjung ke Xinjiang.

"Saya mau mengajak sahabatnya Bang @Yusuf_Mansur, (dan) pimpinan Pesantren Yaxing di Xinjiang yg katanya memiliki 1200-an orang santri mukim untuk ikut serta dalam membagikan 30.000 Mushaf Al Quran yg saya sediakan kepada masyarakat Muslim Uyghur. Mohon info alamat dan kontaknya,” kata Azzam.

Azzam menyebut sudah mendatangi langsung Xinjiang selama 29 hari. "Saya datang ke lebih dari 8 kota di wilayah provinsi Xinjiang selama 29 hari. Tanpa diundang, difasilitasi, diantar. Sebaliknya, diinterogasi, diikuti, diancam. Saya menemukan fakta nyata. Bukan fakta yg direkayasa," ujarnya.

***

Nah baru-baru ini, UYM sapaan Ustadz Yusuf mansur mengisahkan bahwa banyak negeri-negeri yang awalnya tidak ramah dengan Islam, bukan berpenduduk muslim, namun kemudian menjadi menerima Islam.

"Banyak negeri yang ga ramah dg Islam, dan bukan berpenduduk muslim, akhirnya menjadi negeri Islam dan berpenduduk muslim. .
.
Mekkah dan Thaif misalnya. Kurang keras gmn? Wong Rasul yang malah dianiaya. Tapi kemudian bukan hanya Mekkah dan Thaif. Melainkan 1 Jazirah Arab dan 1 benua.
.
.
Indonesia... Jangan lupa... Dulunya apa...? Sebuah karunia... Skrg menjadi negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia.
.
.
Newyork, Amerika, dan belahan kota di Amerika. Skrg ribuan masjid di sana. Dan resto halal, sampe madrasah2 Islam, menjamur di sana. .
.
Banyak keterbatasan. Tentu. Tapi apapun, berproses. .
.
Tidak ada yang berpihak kepada kekejaman hak asasi manusia. Dan mangga. Silahkan mengekspresikan dalam bentuk yang dipilih dan diambilnya.
.
.
Jgn lupa berdoa. Tetep positif. Jaga keutuhan dan kedamaian di negeri sendiri juga. Jgn sampe kemudian malah pecah belah ga keruan di dalam. Kalau dicaci dimaki, jgn bales. Itu awal dari perselisihan hebat. Dan ga usah bela2 kwn dan sdr serta ust yg dicaci dimaki. Ga usah. Doakan aja. Seperti Rasul mendoakan penduduk Thaif.
.
.
Selebihnya, saya tetap salut dan kagum. Dg semangat kwn2 membelas Islam walmuslimin. Itu sangat baik. Semoga Allah menerima sbg bukti bhw setiap muslim bersaudara. Nah tinggal pertanyaannya, apakah saya bukan saudara? Hehehe." Kata UYM

[beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UYM: Banyak Negeri yang Tidak Ramah dengan Islam dan Berpenduduk non Muslim Kemudian Menerima Islam"

Posting Komentar