Ke Abu Janda, Ustadz Maheer: Saya tidak Gila Seperti dia





Abu janda Ustaz Maaher

Dalam diskusi yang berlangsung di TV one, ustadz Maaher mengatakan ke Abu Janda bahwa ucapannya bukanlah bermaksud mengajak Jama'ah membunuh Abu Janda.

Ustadz Maaher menjelaskan bahwa menurut hukum fiqih Islam, bahwa orang seperti Abu Janda boleh dibunuh. Seperti halnya ketika menjelaskan bahwa orang yang mencuri itu di dalam Islam dipotong tangannya kata ustadz Maaher.


Ia juga menjelaskan setelah mengatakan tersebut ke Jam'ah bukan lantas setelah pulang kajian kalian membunuh Abu Janda, nanti kalau saya ditangkap polisi diam kalian. ungkapnya.

Ustadz Maaher kemudian mengatakan bahwa dia tidak gila seperti dia (Abu janda) ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata melaporkan balik Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Maaher menyebut Abu Janda telah melakukan fitnah.

"Saya melakukan laporan kepada Bareskrim Polri atas tindakan dugaan kuat tuduhan keji dan fitnah yang dilakukan oleh Abu Janda alias Permadi Arya, di mana beliau di ruang publik Abu Janda alias Permadi Arya ini melakukan tuduhan fitnah terhadap statement saya di Twitter dan ceramah ceramah saya terkait dengan hukum fikih Islam bagi penista agama," kata Maaher di SPKT Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2019).

Dalam ceramahnya, Ustad Maaher mengaku hanya menyampaikan tentang hukum Islam. Dia menepis anggapan ceramahnya mengajak untuk membunuh Abu Janda.

"Jadi dalam agama Islam yang saya pelajari dan saya yakini, menurut 4 imam mazhab bahwa penista agama siapapun dia, dalam perspektif fikih Islam hukumnya dibunuh. Bukan berarti saya sedang mengajak umat, publik untuk membunuh dia atau orang tertentu, tidak. Nggak mungkin ya saya ingin melakukan pembunuhan atau apalagi terang-terangan, di tempat yang terbuka di ruang publik, apalagi kita di negara Indonesia adalah negara yang negara hukum negara konstitusi. Itu nggak mungkin, nggak masuk akal," ujar dia.

Dalam diskusi lain yang berlangsung di kompas TV, menurut keterangan Aiman, Yusuf Martak mengatakan bahwa ada tiga tokoh yang didesak lantaran dianggap melakukan penistaan agama.

Tiga tokoh itu, Sukmawati, Ade Armando (Dosen UI), dan Abu Janda.

"Bang Yusuf Martak mengatakan, salah satu yang akan disampaikan pada reuni akbar 212 hari ini adalah dorongan atau desakan kepada tiga tokoh, tiga sosok yang selama ini dilaporkan tapi belum diproses hukum," jelas Aiman.

"Pertama adalah Sukmawati Soekarnoputri, yang kedua Ade Armando," imbuhnya.

Namun saat menyinggung Abu Janda, Aiman sempat melontarkan sindirannya.

Abu Janda disebut gemetaran telah didesak para anggota 212.

Bahkan, para penista agama didorong agar penista agama dihukum mati

"Yang ketiga datang ke sini agak gemetaran juga karena dorongan dari 212 akan dilakukan dorongan terhadap hukuman mati terhadap penodaan agama, dilaporkan juga Abu Janda."

"Benarkan itu tiga yang kemudian didesak yang sudah dilaporkan tapi tidak diproses hukum," tanya Aiman.

Menanggapi hal itu, Haikal Hassan justru meminta Aiman bertanya pada Yusuf Marya

"Tolong tanyakan langsung pada Pak Yusuf Martak karena Pak Yusuf Martak yang menyampaikan statement seperti itu," pinta Haikal Hassan.

Lihat videonya : Abu Janda Gemeteran Gegara 212 Dorong Hukuman Mati Bagi Penista Agama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ke Abu Janda, Ustadz Maheer: Saya tidak Gila Seperti dia"

Posting Komentar