Niat Bully Anies, Ferdinand Hutahaen Justru Terlihat Bodoh! Pake Data Hoax Pula

Ferdinand Hutahaen sempak merah

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang dulu dukung Jokowi (2014), lalu beralih dukung Prabowo (2019), dan pasca pilpres 2019 kembali beralih dukung Jokowi kini selalu nyinyir dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Dalam kicauannya terbaru, Ferdinand bermaksud membully Anies, ehhh.. kasian malah terlihat begonya (bodohnya).

Dikira Ciputat itu masuk provinsi DKI Jakarta, padahal Tangerang Banten.

Mulanya akun buzzer rezim @TolakBigotRI mentwit tentang Surat Perintah dari Camat Ciputat tentang pakaian gamis setiap hari Jumat.

"Pakaian Gamis itu bukan Budaya Nusantara. Jangan mencampurkan hukum agama dengan hukum negara. Kenapa tidak menginstruksikan dengan Jumat Batik atau Pakaian Daerah Indonesia? Padahal Budaya Indonesia itu kaya. Instruksi Camat Ciputat seperti ini lebih baik diabaikan," kicau akun @TolakBigotRI.

Lalu oleh si Ferdinand langsung disambar membully Anies.

"Ini serius? Beneran? @aniesbaswedan @DKIJakarta," kicau @FerdinandHaean2.

Haters memang gitu... jempol lebih dulu dibanding otaknya.

"Ealah, lae. Baca lae baca. Itu tulisannya Ciputat Tangerang Selatan.
Ya emang sih anies gubernur seIndonesia. Wajar kalau dia harus tanggung jawab!

Turunkan Anies!" balas akun @hajibotol.

Ferdinand Hutahaen Justru Terlihat Bodoh


Kasian Demokrat punya politisi seperti Ferdinand.

Nah sudah gitu tuh, ternyata data yang dipakai para buzzer Jokowi ini Hoax.

Lihat berita di vivanews group viva.co.id judul berita "CEK FAKTA: Surat Kecamatan Ciputat Wajibkan Gamis Hitam Tiap Jumat"


5 komentar untuk "Niat Bully Anies, Ferdinand Hutahaen Justru Terlihat Bodoh! Pake Data Hoax Pula"

  1. Cukup, hentikan membully, berilah kesempatan untuk menunjukan karya nyatanya, jangan membuatnya hanya sibuk mengurus bullyan kalian

    BalasHapus
  2. Yg di piara itu sapi,kambing bukannya BEGO

    BalasHapus
  3. Demokrat ketakutan akan pamor Anies di 2024..karena mereka masih bermimpi, AHY bisa menyelamatkan mereka di 2024..!

    BalasHapus
  4. Jadi begini kontent berita islami, islami apa politik ya ?? Kok gak nyambung, politik berkedok agama...

    BalasHapus
Banner iklan disini