Ketika Batman Rekonsiliasi dengan Joker





Batman dan Joker
Batman dan Joker foto: keepo.me

Oleh Sigit Nur Setiyawan

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh superhero yang satu ini. Lincah, gesit, kuat dan pemberani. Inilah salah satu “The Lagend” nya super hero.


Dalam kisah Batman, dia memiliki musuh bebuyutan yang bernama Joker. Joker ini digambarkan dengan sosok yang nyentrik, lucu dengan kostum badutnya, namun punya ambisi dan kebengisan yang luar biasa. Ditambah lagi dengan kelicikan dan akal bulus Joker dalam setiap intriknya dalam menciptakan segala permasalahan.

Lucu namun “diktator”. Watak yang berawal dari rasa dendam masa lalu. Sehingga menimpakan kesalahan kepada orang orang yang dianggap mapan. Makanya sangat pas jika disandingkan “Head to Head” dengan Batman.

Coba anda bayangkan, jika disuatu masa Batman ternyata bisa dikalahkan oleh Joker dalam pertempuran dasyat. Lantas sejurus kemudian mereka melakukan “rekonsiliasi” untuk melakukan “kesepahaman” , “saling mengerti” satu sama lainnya, hingga tidak ada yang di sebut Jokerer dan Batmaner. Semua melebur menjadi “Kita”!.

Tak cukup hanya sampai situ, bahkan konon kabarnya Batman akan mendapat posisi kunci didalam kepengurusan organisasu Joker. Sehingga diharapkan dunia akan menjadi indah karena tidak ada perseteruan “abadi” pada fans nya.

Namun Batman lupa, bahwa selama ini banyak orang baik yang mendukung aksinya melawan kejahatan Joker. Bahkan disuatu kesempatan Batman bersumpah akan mengorbankan jiwa dan raganya dalam perjuangan ini. Apa yang mungkin para pendukung Batman? Jelas kecewa! Apalagi mereka yang selama ini mendapat perlakuan buruk dari Joker dan kawan kawannya.

Solusinya bagimana? Lupakan Batman !! Anggap saja dia jadi anak buah Joker! Kita harus mencari sosok superhero yang benar benar tahan ujian dan iming iming kedudukan. Yang tidak punya tendensi kepentingan. Sehingga akan berkoalisi dengan siapa saja yang punya kepentingan yang sama, namun akan mencampalkannya ketika sudah mulai berseberangan haluan. Persatuan seperti ini akan menghasilkan kegagalan dan kekecewaan secara terus menerus.

Jadi jangan harap kepada Joker, dan jangan pula kepada Batman. Kita bikin superhero sejati, yang akan menyelamatoan bumi dari setiap kedzaliman orang orang yang fasik. Ayo semangaaaaaaat!!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika Batman Rekonsiliasi dengan Joker"

Posting Komentar