Entah Apa Yang Merasukimu





Entah Apa Yang Merasukimu


Oleh : Nasrudin Joha 

Sulit untuk menampik kesimpulan bahwa pesta pelantikan Jokowi tak membahagiakan rakyat. Rakyat dan penguasa, sepertinya telah terpisah menjadi entitas yang berbeda. Suasana suka cita para penguasa di gedung parlemen tak dirasakan oleh rakyat.


Barisan 'centeng kekuasaan' baik tentara maupun polisi justru dijadikan tameng, berhadap-hadapan dengan rakyat. Sulit sekali bagi rakyat, jika menang memiliki penguasa ysnb dicintai, untuk mendekat apalagi memeluk untuk mengucapkan selamat.

Entah apa, yang merasuki benak penguasa sehingga tega membuat pesta dan mengunggah suka cita diatas batin rakyat yang tertekan dan menderita. Rakyat, tersiksa karena berbagai kebijakan yang menyengsarakan telah, sedang dan akan terus diberlakukan.

Sebelum pelantikan, iuran BPJS diumumkan akan dinaikan. Setelah pelantikan, kabarnya sejumlah tarif tol juga akan dinaikan. Sementara, dengan beban yang ada saja rakyat sudah sangat menderita.

Jika berkaca pada peristiwa Pilpres, pelantikan ini justru sebuah bencana. Orang yang ingin menduduki tahta, telah hilang empati atas sejumlah korban yang menjadi tumbal pesta demokrasi.

700 anggota KPPS tewas secara misterius dan nalar rakyat diminta puas atas sebab kematian adalah karena kelelahan, ribuan dirawat dan tak jelas nasib keluarga yang ditinggalkan. Korban tewas peristiwa 21-22 Mei juga hingga saat ini belum diketahui, siapa yang bertanggungjawab. Ayah Reyhan dan ayah Harun, hingga hari ini tak tahu siapa sosok yang begitu tega berbuat keji kepada putra-putra mereka.

Lebih sadis lagi, pesta berdarah demokrasi yang dahulu membelah rakyat, membuat dikotomi cebong - kampret, membuat seorang yang dianggap 'macan' berpidato berapi-api, menggelorakan semangat perlawanan akan timbul dan tenggelam bersama rakyat, nyatanya pasca pelantikan justru merapat ke rezim.

Sosok yang diduga macan ternyata hanya seekor kucing yang mengeong minta jatah ikan asin. Sejumlah 'ikan asin menteri' telah membuatnya tega, meninggalkan barisan emak militan yang selama ini berjuang, berkorban untuk dirinya.

Ratusan aktivis dikriminaliasi rezim karena mengajukan perlawanan saat Pilpres, puluhan ulama dipersekusi, ada yang ditangkapi tanpa diketahui rimbanya. Dua mahaiswa Unhalu yang juga karer IMM, meregang nyawa demi menyuarakan aspirasi.

Entah apa yang merasukimu, wahai penguasa. Sakit sekali bathin rakyat ini, menyaksikan unggahan pesta pora diatas bangkai dan penderitaan rakyat. Pengkhianat itu bukan dari musuh yang jauh, ternyata dari kalangan bangsa sendiri.

Entah apa yang merasukimu, wahai penguasa. Sikap yang jumawa tidak pernah menyimak suasana kebathinan rakyat, membuat rakyat semakin muak dengan hipokritme dan penindasan.

Entah apa yang merasukimu wahai umat Islam ? Kalian masih terus berharap pada demokrasi padahal kalian berulangkali dikhianati ? Kalian, masih terus menunggu pemilu ini dan Pilpres itu, padahal semua hasil pemilu dan Pilpres tidak pernah berpihak kepada Umat.

Entah apa yang merasukimu wahai umat Nabi Muhammad SAW ? Tidakkah kalian ingin segera kembali kepada Allah SWT ? Segera menunaikan ketaatan paripurna dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam naungan Daulah khilafah ? [].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Entah Apa Yang Merasukimu"

Posting Komentar