PMII, "Membela Bangkai", Baunya Semakin Busuk, Memalukan!





Oleh : Nasrudin Joha 

"Kita ketahui bersama Imam Nahrawi adalah politisi muda yang berlatar belakang nahdiliyin yang penuh prestasi selama beliau menjabat sebagai menteri,"

[Muhammad Syarif, koordinator PMII, 20/9]

Baca: Tak Terima Nahrawi Jadi Tersangka, PMII Bakal Geruduk KPK, Warganet: Mau Jadi Tameng Koruptor?

PMII Bela Imam Nahrawi

PMII menggeruduk KPK dan menuding ada kelompok radikal di dalam KPK. Alasannya, KPK telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Sebagaimana diketahui, Imam Nahrawi memang kader PMII.


Narasi tudingan KPK disusupi kelompok radikal, Taliban, memang digunakan untuk menyerang KPK sehubungan tindakan tegas KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka korupsi 26,5 miliar.

PMII sendiri tidak diketahui posisi dan kedudukannya saat rakyat menjerit karena beban BPJS, saat DPR melemahkan KPK dengan merevisi UU KPK, saat terjadi kebakaran hutan merajalela, saat anak-anak UI dan ITB menggeruduk DPR meminta penundaan RUU KUHP. Rakyat juga tak mendengar kiprah PMII itu apa, sumbangsihnya apa.

Tiba-tiba, ketika salah satu alumni PMII, Imam Nahrawi ditetapkan tersangka KPK, PMII bergerak. Bukannya mengucapkan keprihatinan dan permintaan maaaf kepada publik, ada alumni kader PMII yang tersangkut korupsi sekaligus memohon dukungan dan doa agar PMII tetap tegar menjaga nilai-nilai kejujuran dan bertanggung jawab mengemban amanah, ini malah ngeluruk KPK dan sebar tudingan ngawur untuk membela Nahrawi.

Apakah PMII sudah berubah menjadi LSM ? Apakah visi PMII itu membela koruptor ?

Apalagi, PMII justru mengaitkan Imam Nahrawi yang tersangka KPK dengan kedudukannya sebagai Nahdliyin. Apa bukan malah membuat malu NU ini namanya ?

Orang tidak mungkin bisa dihalangi untuk berpraduga, jika Imam Nahrawi disebut kader Nahdliyin, apa iya semua kader Nahdliyin itu koruptor ? Kemarin Rohmahurmuzy, sekarang Nahrawi, besok-besok siapa lagi kader Nahdliyin yang kena ?

Sudahlah, Nahrawi itu tersangka KPK serahkan saja ke proses ke hukum, tidak usah sibuk membela maling berlebihan. Bukannya menjadi harum, justru bau bangkai korupsi itu bisa menular dan menyebar Kemana-mana.

IKA UINSA membela, PMII membela, terus apa iya nanti Banser dan NU ikut-ikutan latah membela ? Apa Iya pembelaan ini akan menyelamatkan Imam Nahrawi ? Jika pembelaan ini kontraproduktif, justru membuat aib dan bau busuk korupsi Imam Nahrawi melebar dan menyebar Kemana-mana Piye ?

Apa iya nanti ada apel akbar Banser, bela kader Banser yang sejarah mencatat ada kader Banser menjadi menteri ? Lantas, sambil teriak yel yel jum jumareka, aremana Jeng Jeng, bebaskan Imam Nahrawi ?

Membela ya membela tapi terukur, jangan membuat bau busuk bangkai maling ini justru menjalar Kemana-mana. Mungkinkah, pembelaan ini disebabkan aliran dana korupsi Imam Nahrawi memang mengalir Kemana-mana ? Jadi pembelaan ini bagian dari tanggungjawab atas aliran dana Kemana mana itu ? Disitulah, kadang saya juga bertakon takon. [].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PMII, "Membela Bangkai", Baunya Semakin Busuk, Memalukan!"

Posting Komentar