Balada Sosok Enzo Zenz Allie





 Enzo Zenz Allie

Oleh: Dewi Srimurtiningsih
(Pemerhati Media)

Jagad sosmed digemparkan dengan sosok Enzo Zenz Allie (18) seorang pemuda keturunan Indonesia-Perancis yang lolos Taruna Akmil, bukan hanya karena parasnya yang mampu mencuri perhatian tapi juga kemampuan multi bahasanya dan latar belakang lulusan pesantren. Mencuat photo profil enzo yang membawa bendera tauhid telah membuat publik berubah 180 derajat menjadikannya tersudut distigma terpapar radikal, diduga simpatisan HTI dan dianggap berpaham khilafah.


Sebelumnya dilansir dari https://m.detik.com/news/berita/d-4656151/jika-benar-enzo-allie-terkait-hti-menhan-minta-pemecatan , Menham Ryarnizard Ryacudu meminta dilakukan pemecatan jika benar Enzo Allie terkait HTI (Rabu, 07 Agustus 2019).

Tak ingin ketinggalan, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, ikut angkat bicara, “TNI sudah kecolongan menurut saya”, (Jumat, 09 Agustus 2019) melalui https://m.kumparan.com/tugujogja/mahfud-md-soal-enzo-lolos-seleksi-akmil-tni-kecolongan-1rdFqAFlH2O

Lagi dan lagi, bendera tauhid yang merupakan simbol Islam dihantam dengan stigma negatif. Pembawanya dianggap terpapar paham radikal yaitu khilafah yang merupakan ajaran Islam dan dikaitkan dengan ormas HTI yang terus-terusan dicap sebagai ormas terlarang.

Seluruh tuduhan-tuduhan itu bukan hanya tidak berdasar tapi juga minim literasi. Bagaimana tidak? Seharusnya tokoh selevel Menham dan Mantan Ketua MK harusnya lebih melek hukum.

Pertama, bahwa HTI hanyalah dicabut paksa BHPnya melalui Perppu Ormas dan bukan secara otomatis menjadikan HTI sebagai ormas terlarang, karena tidak ada satu pun dasar hukum yang menyebutnya.

Kedua, ajaran Islam khilafah bukan paham terlarang sebagaimana komunisme, marxisme/leninisme dan atheisme yang jelas telah dilarang yang ditetapkan melalui TAP MPRS NO. XXV/1966.

Ketiga, bendera tauhid berlafadz “laa ilaaha illahhah Muhammad Rasulullah” adalah milik umat Islam, bukan milik ormas tertentu, siapa pun berhak memilikinya, membawanya, mengibarkannya.

Lalu mengapa narasi radikal, terlarang dan bertentangan dengan Pancasila terus tersemat pada bendera tauhid sebagai simbol Islam, HTI yang merupakan ormas Islam dan Khilafah yang merupakan ajaran Islam?

Upaya masif terus digencarkan untuk menghambat laju kebangkitan Islam, tidak mungkin tidak, musuh-musuh Islam menyadari terbitnya kembali khilafah hanyalah soal waktu. Monsterisasi Islam itu akan terus mereka masifkan.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, makar-makar mereka telah berbalik menghantam mereka, mengkerdilkan orang yang besar dan membuat tampak bodoh orang yang pintar. Karena sejatinya yang mereka lawan adalah Allah Dzat Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta ini.

Gaung khilafah itu telah menggema, genderang kemenangan telah terdengar, menyiutkan nyali penghadangnya dan menghinakan penghalangnya.[]
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Balada Sosok Enzo Zenz Allie"

Posting Komentar