Kejam dia Menginjak dan Memukuli Emak Saya Sampai Meninggal

Kejam dia Menginjak dan Memukuli Emak Saya Sampai Meninggal

Beritaislam - MANJUNG: "Sekalipun kami marah dan tidak puas dengan mengapa ia bertindak begitu kejam, kami tidak akan pernah bertengkar dengannya (tersangka).

Itu adalah kematian Hawa Isa, 45, putra korban, Zaharah Khalid, 76 tahun.

Mayatnya dilaporkan hilang pada hari Minggu, sebelum tubuhnya ditemukan setengah tertidur di sebuah parit pada jam 2 pagi hari Selasa.


Korban dilaporkan dipukuli dan diinjak-injak oleh tersangka 65 tahun hingga meninggal sebelum mayatnya dibuang ke parit di Kampung Pasir Panjang, Sitiawan, Malaysia, Seperti dikutip dari bharian online.

Eve, yang juga merupakan anak ketujuh korban, mengatakan kemarin bahwa mereka telah mengenal tersangka sejak kecil, bahkan menggambarkan hubungan tersangka dengan ibunya sebagai kakak dan adik.

Rumah tersangka dipukul dan ditikam hingga mati. - NSTP / Noor Hidayah Tanzizi
Rumah tersangka dipukul dan ditikam hingga mati. - NSTP / Noor Hidayah Tanzizi

Menurutnya, tersangka kerap makan dan minum di warung kopi ibunya di Kampung Pasir Panjang, selain itu Sitiawan juga laki-laki yang secara teratur memberikan ikan kepada ibunya secara gratis.

"Hati saya sakit ketika saya diberitahu bahwa ibu saya diperlakukan seperti itu. Faktanya, pelakunya diketahui sejak kecil dan juga berteman baik dengan ibu tersangka.

"Sejauh yang saya tahu saudara kita tidak pernah memiliki masalah dengan dia dan kita jarang bertemu, tetapi ketika dia datang, kita selalu menegurnya," katanya di rumahnya di Desa Teluk Penchalang, di sini.

Lebih lanjut, Eve berkata bahwa ibunya, yang telah tinggal bersama adik lelakinya, belum ditemukan sejak tengah hari pada hari Senin sebelum mereka mencari kemana-mana tetapi tidak dapat ditemukan.

Dia mengatakan seseorang memberitahu adik laki-lakinya bahwa tersangka terlihat menampar ibunya sore sebelum adik laki-lakinya pergi ke rumah pria itu dan bertanya kepada ibu mereka.

"Namun, pada waktu itu dia (tersangka) mengatakan kepadanya untuk tidak menemukan ibunya dan karena adik lelakinya masih tidak bahagia, dia kembali untuk mencari rumah pria itu sebelum menemukan sepeda motor ibunya di selokan di belakang rumah.

"Sangat memilukan mengetahui bahwa ibu itu ditemukan di parit terdekat, tetapi kami lega atas kejadian itu dan mengira itu diduga Ramadhan ini.

"Secara pribadi saya bisa memaafkannya, saya hanya ingin dia dihukum atas apa yang dia lakukan karena dia terlalu kejam," katanya sarkastik.

Eve mengatakan ibunya telah mengunjungi rumah keempat anaknya yang tinggal di dekatnya, termasuk dia dan mengobrol dengan mereka dan memberi mereka minyak kelapa sawit pada hari Sabtu.

Kejam dia Menginjak dan Memukuli Emak Saya Sampai Meninggal
Menantu korban, Mohd Azman Nor Hussin, menunjukkan lokasi sepeda motor korban. - NSTP / Noor Hidayah Tanzizi


"Jiwaku mengobrol dengan saya untuk waktu yang lama, banyak cerita diceritakan dan pada saat itu saya teringat akan wajah lama ibuku ... rupanya itu ingatan terakhirku," katanya.

Sementara itu, cucu perempuan tertua korban, Ain, 30, mengatakan dia terkejut dan tidak bisa percaya tersangka bersedia melakukan tindakan kejam seperti itu kepada neneknya yang dia panggil ibunya karena hubungan mereka sebelumnya baik.

Dia mengatakan dia diberitahu tersangka telah menyerang pamannya yang telah hidup dengan korban tanpa alasan sebelum Ramadhan.

"Tapi bibiku (paman) tidak berkelahi sebelum dia (tersangka) mengambil pisau dan mencoba menyerangnya, semoga berhasil untuk menghindarinya.

"Ibunya sudah tua, dan batuknya agak seperti itu ... Aku bahkan tidak bisa membayangkan, sampai hatiku melakukan itu pada ibuku," katanya, menambahkan bahwa tersangka juga pantas dihukum.

Dia mengatakan beberapa warga desa mengklaim bahwa perilaku tersangka berubah dan pergi ke kuburan ibunya siang dan malam sebelum kejadian.

Korban dimakamkan di Pemakaman Islam Pasir Panjang.

[beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Kejam dia Menginjak dan Memukuli Emak Saya Sampai Meninggal"

Banner iklan disini