Bahaya Lisan: Mati Terpeleset Lisan, Bukan Terpeleset Kaki


kitab Alala Bahaya Lisan

Beritaislam - Bahayanya lisan

Pelajaran yang kami ingat dalam Madrasah Diniyah yang pernah disampaikan Ustadz Adalah mengenai Bahaya Lisan.

Hal ini telah ditulis di dalam kitab Alala atau Sarah Kitab Ta'limul Muta'allim.

Bisasanya di kampung-kampung Jawa, syair ini dilantunkan dengan nada-nada tertentu sehingga mudah dihafal oleh anak-anak.

Diartikan dengan bahasa Jawa dan memiliki kedalaman ma'na yang sangat luar biasa. Berikut adalah Syair/Syi'ir kitab Alala di bagian pertengahan:


يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِن لِّسَانِهِ # وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ
فَعَثْرَتُهُ مِنْ فَيْهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِهِِ # وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِِ

Syair dalam Arti Jawa:

MATINE WONG ANOM SEBAB KEPLESET LISANE.
ORA KOK MATINE SEBAB KEPLESET SIKILE.
KERONO MLESETE LISAN NEKA’AKE BALANG ENDAS.
DENE MLESETE SIKIL SUWE SUWE BISO WARAS.

Pemuda bisa mati sebab terpeleset lisannya tapi tidak mati karena terpeleset kakinya, terpelesetnya mulut / lisan bisa melenyapkan kepalanya sementara terpelesednya kaki akan sembuh sebentar kemudian.

Matinya pemuda bisa diakibatkan karena terpelesetnya lisan, bukan terpeleset kakinya. Terpelesetnya lisan bisa membuat "balang endas" dalam bahasa Jawa memiliki arti "dilempar kepalanya" entah dengan batu, kayu dan yang lainnya. Namun terpelesetnya kaki lama-kelamaan akan sembuh.


سَلَامَةُ اْلإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamatan seseorang itu terdapat dalam menjaga ucapannya” [Al-Yusi, Al-Muhadlarat fi Al-Lughat wa al-Adab]


Keterangan

Mulut bagaikan pedang yang tajam bila di gunakan dengan benar dan dengan hati-hati maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia secara umum, tapi bila tidak hati-hati menggunakannya maka akan mengiris pemegangnya atau orang lain yang mestinya tidak boleh di iris, maka dari itu bahaya yang ditimbulkan mulut lebih besar pengaruhnya dari bahaya yang di timbulkan oleh anggota badan selain mulut, satu kali tangan memukul yang tersakiti oleh tangan tersebut hanya satu orang yang terpukul, tapi satu kata terucap bisa menyakiti seluruh umat, begitu juga satu kata yang mengadu domba bisa menimbulkan bunuh membunuh di antara seluruh warga,kesalahan yang di lakukan mulut kamu dalam berkata bisa melenyapkan nyawamu karena di gantung tapi kesalahan yang dilakukan kaki kamu dalam melangkah akibatnya hanya terkilir dan jatuh.

Di dalam hadits Rasulullah Shollahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam” [HR Bukhari]

[beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahaya Lisan: Mati Terpeleset Lisan, Bukan Terpeleset Kaki"

Posting Komentar