Sahabat Nabi Sa'ad bin Mu'adz dan Kematian Terindahnya Dalam Membela Agama Allah





Kisah Sahabat Nabi Sa'ad bin Mu'adz

Satu-satunya sahabat  yang meninggal di pangkuan Nabi shollallahu 'alayhi wassalaam, dengan gelar syahid dan dituntun langsung oleh Nabi saat sakaratul maut, dialah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu.

Rasulullah  meletakkan kepala Sa’ad di pangkuannya, untuk meringankan sakitnya sakaratul maut. Sa’ad benar-benar bahagia karena di hari terakhirnya, yang dilihatnya adalah wajah Rasulullah yang mulia. Ia pun mengucap salam dan syahadat, “Assalamu’alaika, ya Rasulullah. Ketahuilah bahwa saya mengakui bahwa Anda adalah Rasulullah.”


Rasulullah memandang wajah Sa’ad lalu berkata, “Kebahagiaan bagimu, wahai Abu Amr.” Sa'ad adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

Sa’ad bin Muadz meninggal sebulan setelah peristiwa perang Khandaq di tahun ke 5 Hijriah, akibat luka yang dideritanya akibat terkena anak panah di perang Khandaq tersebut. Dia Syahid di pangkuan Rasulullah.

Sangat indah sekali kematian Sa’ad. Syahid di pangkuan orang yang paling dicintainya, Nabi Muhammad SAW, dan mendapat kesaksian langsung dari beliau.  Bahkan kematiannya membuat Arsy Allah berguncang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallaam pun bersabda,

اهتز عرش الرحمن لموت سعد بن معاذ

“Arsy Allah Ar-Rahman bergetar karena wafatnya Sa'ad bin Muadz.” (HR. Bukhari dan Muslim)

###

Siapa Sa'ad bin Mu'adz?
Dia adalah kepala suku Aus, suku terbesar di Madinah. Beliau masuk Islam melalui dakwah yang dilakukan Mushab bin Umair ra, sahabat yang diutus Nabi ke Madinah, satu tahun menjelang hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah. Setelah masuk Islam, Sa’ad mengumpulkan kaumnya. Di hadapan mereka, dia berkata, “Wahai Bani Abdul Asyhal, apa pendapat kalian tentang diriku?”

Kaumnya menjawab, “Engkau adalah pemimpin kami, kami ikuti pendapatmu dan kamu orang yang paling kami percaya.”

Kemudian Sa’ad melanjutkan, “Wahai kaumku, baik laki-laki maupun wanita, mulai hari ini adalah haram bagi kalian berbicara denganku, sebelum kalian bersyahadat, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Selanjutnya, pada hari itu seluruh kaumnya (Bani Abdul Ayshal dari suku Aus) itu masuk Islam sebelum datangnya petang hari.

Kemudian dengan kekuatan militernya yang disegani, beliaulah yang menjadi benteng utama dakwah Nabi SAW di Madinah di setiap kesempatan. Di sinilah peran penting Sa’ad. Dia dan kaumnya adalah pengawal dan pendukung utama setiap kebijakan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan syariat Allah. Sa’ad dan kaumnya dari Suku Aus selalu tampil terdepan membela Nabi.

###

Betapa indahnya kematian Sa'ad bin Mu'adz, sang pembela agama Allah. Allah muliakan beliau dikarenakan seluruh kekuatan yang  dimilikinya dikerahkan untuk tegaknya kalimat-kalimat Allah di muka bumi.

Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika jenazahnya berada di hadapan manusia, orang-orang munafikin mengatakan: “Sungguh ringan sekali jenazahnya”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallaam berkata: “Sesungguhnya para malaikat telah membawa jenazahnya. 70.000 malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan dan bertakziah atas wafatnya Sa'ad".

Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Aku adalah salah seorang yang menggali makam untuk Sa'ad, dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi kesturi”.

Itulah Sa'ad bin Muadz, tokoh sahabat Anshar yang memeluk Islam saat beliau berusia 31 tahun dan wafat saat berusia 37 tahun. Dalam 6 tahun masa keislamannya, wafatnya telah membuat Arsy Allah Ta’ala bergetar.

Untuk siapapun anda yang hari ini punya kekuatan, tidakkah kalian menginginkan sebuah kematian yang indah? Tidakkah kalian menginginkan dengan kekuatan yang kalian miliki itu Allah memuliakan kalian? Gunakanlah kekuatan yang kalian miliki itu untuk menolong agama Allah. Untuk tegaknya kalimat-kalimat Allah di muka bumi. Sebaliknya, kehinaanlah bagi siapa saja yang menggunakan kekuatannya justru untuk menegakkan kedzaliman, dan untuk menghadang tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
(QS. Muhammad: Ayat 7)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sahabat Nabi Sa'ad bin Mu'adz dan Kematian Terindahnya Dalam Membela Agama Allah"

Posting Komentar