Papua Membara, Jokowi Tertawa Terpingkal-pingkal?





PapuaMembara, Jokowi Nonton Wayang

PAPUA MEMBARA, JOKOWI TERTAWA TERPINGKAL PINGKAL ?

Oleh : Nasrudin Joha 

Ini bukan saja soal tidak mampunya pemimpin mengelola dan menyelesaikan urusan bernegara. Ini juga soal 'rasa' dimana pemimpin tak lagi mampu 'merasai' apa yang menjadi perasaan rakyatnya. Sederhananya, ketiadaan empati pemimpin pada rakyatnya.


Soal Jokowi tak memiliki jawaban, atas seabrek persoalan yang dihadapkan, selain dengan ungkapnya sederhana : bukan urusan saya, itu semua sudah mafhum. Jika tidak begitu, mungkin kita sering menyaksikan bagaimana pernyataan Presiden sering diralat bawahan.

Misalnya saja : saat Jokowi bulat mau membebaskan Ust Abu Bakar Ba'asyir tanpa syarat, buru-buru Wiranto meralatnya. Bahkan, Wiranto menyebut Presiden tidak bisa grasa grusu mengenai hal ini.

Saat Jokowi ditanya hal yang genting, sering juga Jokowi buang badan. Meminta wartawan untuk menanyakan pada menteri atau pejabat terkait.

Mengenai hal ini, jika mau diulas akan menjadi deret panjang. Padahal, artikel kali ini bukan hendak membahas hal ini.

Artikel kali ini, ingin melihat dari kacamata objektif betapa Presiden tak memiliki empati kepada rakyatnya. Seperti saat rakyat riuh dilanda gempa, istana terus saja wayang kulitan, dan Jokowi asyik nonton wayang kulit bersama artis dan Pelawak.

Saat gempa kembali terjadi di Palu, Jokowi sibuk obral janji kepada korban gempa. Padahal, janji kepada korban di NTB belum juga direalisasi.

Saat ini, saat Papua membara dirongrong sejumlah kerusuhan, negara genting ada tuntutan memisahkan dari NKRI, Presiden malah asyik tertawa terpingkal pingkal nonton wayang dan dagelan kirun di Purworejo. Paginya, asyik santai naik sepeda di sekitar Borobudur.

Saat ditanya soal Papua, Jokowi hanya menghimbau jangan emosi, marah boleh tapi saling memaafkan lebih baik. Ini pernyataan Presiden macam apa ?

Andai saja, yang membunuh, yang merusak fasilitas publik, yang demo gelar tuntutan referendum itu umat Islam, apa masih sikap santun Jokowi seperti itu ?

Dahulu, saat Pilpres ada rakyat beda pandangan saja, Jokowi marah bukan kepalang kemudian berujar selama ini diam dan saatnya Jokowi akan melawan. Luar biasa, staf ahli kepresidenan Moeldoko juga sejalan, akan melancarkan perang total !

Tapi giliran Papua membara, staf ahli ciut nyali. Bahkan meminta tidak emosi dan mengedepankan penyelesaian persuasif. Wiranto juga demikian, tak segarang saat mengumumkan pencabutan status BHP HTI. Menuding khilafah sebagai canser yang berbahaya bagi negara. OPM bagaimana ? Ada letupan kegarangan Wiranto ?

Sekali lagi soal Jokowi, bagaimana bisa rakyatnya sedang membara, jatuh korban di pihak TNI, polisi dan sipil, kok sempat-sempatnya Presiden nonton wayang kulit ? Bahkan tertawa terpingkal melihat dagelan kirun ?

Kalaupun belum bisa menuntaskan Papua, seharusnya Presiden tirakat. Banyak zikir, sholat, agar persoalan dimudahkan. Bukankah dahulu saat kampanye Pilpres dikabarkan Presiden rajin sholat ?

Ah entah apa dosa bangsa ini, sehingga dikutuk sejarah memiliki pemimpin seorang Jokowi. Pemimpin yang berdarah dingin, tega menzalimi dan melihat kezaliman menimpa rakyatnya. Bahkan, masih bisa terbahak disaat negara sedang dalam kondisi darurat. [].
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Papua Membara, Jokowi Tertawa Terpingkal-pingkal?"

Posting Komentar