Mengapa Para Pahlawan Perang Dulu Memakai Jubah dan Surban?





Pahlawan Jaman Dulu

Mungkin banyak yang bertanya,mengapa para pahlawan yang berang terhadap para penjajah belanda
memakai jubah dan sorban yang identik dengan Arab dan Islam?

Mungkin pertanyaan mengganjal seperti muncul di benak hati para generasi muda Indonesia zaman sekarang?


Jika kita kembali melihat sejarah, kita akan mendapati banyak dari para pahlawan bangsa yang memimpin perjuangan melawan penjajah kafir lebih memilih pakaian Islami berupa Jubah dan Sorban daripada pakaian adat daerahnya, seperti yang dilakukan para pemimpin Perang Jawa (1825-1830) Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo dan Sentot Alibasyah Prawirodirjo.

Berikut status Sejarawan UNPAD Prof Ahmad Mansur Suryanegara, tanggal 15 Desember 2015 yang ia posting di Facebooknya.
.
“Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo dan Sentot Alibasyah Prawirodirjo menanggalkan busana adat Jawa ketika para pengena busana adat justru menjadi pembantu utama penjajah Protestan Belanda dalam menindas rakyat dengan menggunakan topeng budaya adat untuk memadamkan Cahaya Islam.

Pangeran Diponegoro, walau menyandang keris, menurut Dr Tjipto Mangunkusumo tidak pernah menghunus kerisnya di tengah peperangan. Tetapi selalu membacakan Al Quran untuk membangkitkan jiwa juang umat dan rakyat pendukungnya yang anti penjajah.

Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo dan Sentot Alibasyah Prawirodirjo berbusana Islami menyelamatkan bangsanya dari keruntuhan moral bangsanya.

Pembusana adat Djawa bertingkah laku pemadat, merendahkan martabat wanita, perusak keluhuran adat Djawa, perusak Syariah Islam dalam Istana Kesultanan dan di masyarakat Djawa. Berkedok memelihara Adat Djawa, tapi bermental rendah.

Bila disebutkan “Ora Ndjowo” artinya tingkah lakunya tidak Islami. Saat itu “Jowo” atau “Jawa” di masyarakat memiliki arti mengerti. Bila disebut “Ora Ndjowo” artinya adalah ora ngerti atau tidak Islami. Ora artinya tidak. Djawa artinya Islam dan Pribumi berseberangan penjajah yang asing.

Dalam perjalanan sejarah, adat daerah di Nusantara diperadabkan oleh ajaran Islam. Pada masa penjajahan Kerajaan Protestan Belanda dan pemerintah Kolonial Belanda, Adat budaya yang bersifat lokal dijadikan pemecah belah kesatuan bangsa atau umat. Dijadikan alat oleh penjajah melawan Islam yang universal dan pemersatu bangsa Indonesia.
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Para Pahlawan Perang Dulu Memakai Jubah dan Surban?"

Posting Komentar