Ngeri! Fakta Jerat Mafia Perdagangan Manusia di Balik Baju Resmi tak Memiliki Nurani

(Foto/ilustrasi: www.bawso.org.uk)

Beritaislam - Penyelundupan calon tenaga kerja Indonesia secara gelap ke Malaysia disebut telah menjadi "bisnis haram" miliaran rupiah yang berlangsung secara tersistematis, terstruktur, dan masif, mulai dari jalur ilegal hingga pintu resmi.

Semuanya terorganisir rapi di bawah kendali apa yang disebut 'mafia perdagangan manusia yang bekerja sama dengan oknum-oknum petugas', kata Chrisanctus Paschalis Saturnus dari Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP).

Salah satu lubangnya adalah pintu resmi antarpelabuhan dari Batam dan Johor Bahru, berdasarkan penyelidikan independen yang dilakukan oleh tim Paschalis.

Menurut dia, calon tenaga kerja seolah-olah masuk Malaysia secara resmi sebagai turis, padahal, calon pekerja migran diselundupkan untuk kemudian bekerja secara ilegal. (bbc.com, 20 Desember 2022)

Sungguh tidak memiliki nurani, kasus perdagangan manusia di dalam negara kapitalis seolah dipelihara. Karena peristiwa ini berlangsung sudah sangat lama dan terus berulang. 

Kasus perdagangan manusia ini tentu saja adalah "bisnis gurih" karena menghasilkan uang yang tidak sedikit, tentu saja. Perdagangan ini sulit untuk diberangus karena terstruktur dan tersistematis.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengakui, hingga saat ini, Indonesia masih diganggu sindikat mafia perdagangan orang.

Benny Rhamdani mengatakan para sindikat mafia perdagangan orang ini masih berkeliaran bebas bahkan mengambil keuntungan besar dari bisnis kotor tersebut. 

Benny mengakui hal tersebut dalam peringatan Hari Migran Internasional yang jatuh pada 18 Desember 2022.

Lebih lanjut ia menegaskan, negara tidak akan berdiam kegiatan tersebut. Menurutnya, Jika negara hadir dan hukum bekerja, maka penempatan para pekerja akan lebih dikendalikan oleh negara. Jika dilihat pada angka-angka secara kuantitatif yang sangat tinggi dan 90 persen korban perdagangan orang ini adalah perempuan atau ibu-ibu.Jika dilihat pada angka-angka secara kuantitatif yang sangat tinggi dan 90 persen korban perdagangan orang ini adalah perempuan atau ibu-ibu.

Ia menegaskan kepada para sindikat yang mempunyai banyak uang seolah-olah mereka tidak bisa mengendalikan negara ini. Untuk itu, ia berharap, seluruh pihak harus mampu melakukan memproteksi terhadap setiap anak bangsa untuk mencegah anak bangsa tidak menjadi korban perdagangan manusia. (victorynews, 18 Desember 2022)

Miris luarbiasa, mereka bukannya mendapat ketenteraman dan kesejahteraan hidup, pekerja migran malah bernasib buruk. Mereka tidak dapat menuntut kontrak, tidak mempunyai hak peningkatan SDM, jauh dari hak-hak buruh, bisa dibuang atau diambil semaunya perusahaan. Kondisi ini membuat mereka tidak dapat menuntut hak apa pun di luar negeri. Itulah yang membuat harga selundupan calon tenaga kerja ilegal jauh lebih murah. Hal ini pun dimanfaatkan para mafia perdagangan manusia dan oknum petugas yang ingin memperkaya diri dengan bisnis gelap tersebut.

Selain Islam, tidak ada sistem yang lebih baik dalam memberikan jaminan, perlindungan, dan kesejahteraan bagi manusia. Kapitalisme melahirkan perbudakan modern, perdagangan manusia, dan eksploitasi tenaga kerja. Pada fitrahnya, masyarakat pasti menginginkan hidup tenang, tenteram, dan sejahtera. Lantas, jika tidak dengan penerapan Islam secara kafah, dengan apalagi rakyat bisa sejahtera?
Wallahua'lam

[beritaislam.org]

Belum ada Komentar untuk "Ngeri! Fakta Jerat Mafia Perdagangan Manusia di Balik Baju Resmi tak Memiliki Nurani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini Banner iklan disini