Patung Christopher Columbus Dirobohkan, Dianggap Simbol Rasis


Patung Christopher Columbus Dirobohkan

Berita
islam
-  Gubernur negara bagian Maryland Larry Hogan menegur para pejabat kota Baltimore pada Minggu (5/7) karena membiarkan para demonstran merobohkan patung Christopher Columbus, penjelajah asal Italia yang pertama kali tiba di Amerika pada 1492.

Sekitar 300 pengunjuk rasa mengikat patung di kawasan Little Italy itu dengan rantai pada Sabtu malam (4/7) dan menjatuhkannya. Mereka menghancurkan patung itu menjadi berkeping-keping dan membawanya ke Pelabuhan Dalam di kota itu.

AS merayakan hari libur Columbus setiap Oktober. Namun demonstran sayap kiri kerap mengecamnya, menganggapnya sebagai simbol kolonialisme dan eksploitasi warga suku asli di wilayah yang 300 tahun kemudian menjadi AS. Patungnya di kota-kota lain juga telah dijatuhkan.

Hogan, dalam pernyataan mengatakan, "Kami menyambut baik protes-protes damai dan dialog konstruktif mengenai seperti apa dan bagaimana pemasangan monumen sesuai konteks atau memindahkannya ke museum atau tempat penyimpanan lewat proses hukum. Namun (aksi) tanpa dasar hukum, vandalisme, dan perusakan properti umum tidak dapat diterima."

"Itu adalah antitesis dari demokrasi dan harus dikecam oleh siapa saja, terlepas dari (sikap) politik mereka," kata Gubernur dari partai Republik itu. "Para pemimpin Kota Baltimore harus mengontrol jalan-jalan mereka dan membuatnya lebih aman."

Demonstrasi di Baltimore itu adalah satu dari banyak protes-protes jalanan dalam beberapa pekan belakangan yang telah menarget patung tokoh-tokoh penting dari sejarah rasial AS. Turut menjadi sasaran adalah para jenderal era Perang Saudara yang berusaha memisahkan diri dari AS pada 1860an untuk mempertahankan perbudakan di bagian selatan. 


Patung Christopher Columbus Dianggap Simbol Rasis

Sebelumnya juga dikabarkan, sebuah patung Christopher Columbus dirobohkan dan dilempar ke dalam danau di kawasan Virginia, Amerika Serikat, Selasa (9/6/2020) malam waktu setempat.

Patung penjelajah Italia itu menjadi sasaran demonstran anti rasisme lantaran dianggap sebagai simbol perbudakan dan sentimen berdasarkan ras.

Colombus yang hidup pada tahun 1492 hingga 1499, dikenal sebagai penemu benua Amerika kendati anggapan itu kini menjadi perdebatan.

Dia dianggap sebagai pionir dari praktik kolonialisme atau penjajahan terhadap orang-orang asli benua Amerika.

Menyadur New York Post, patung Christopher Columbus tercabut setelah sekitar 1.000 pengunjuk rasa menariknya dengan tali.

"Kita harus mulai dari mana semuanya itu berasal," kata aktivis Chelsea Higgs-Wise kepada para demonstran sebagaimana dikutip New York Post, Rabu (10/6/2020).

"Kita harus memulai dari orang-orang yang pertama kali berdiri di tanah ini," tambahnya.

Sebelum merobohkan patung setinggi delapan kaki itu, para pengunjuk rasa lebih dahulu mencoret-coretnya dengan salah satu tulisan berbunyi "Colombus mewakili genosida".

Pengapusan monumen dan simbol-simbol rasisme terus berlangsung seiring meluasnya demonstrasi Black Lives Matter yang dipicu kematian pria kulit hitam asal AS, George Floyd 25 Mei lalu.

Sebelum patung Colombus, patung konfederasi Jendral Robert E. Lee di Richmond juga telah ditumbangkan oleh para demonstran.

Tak hanya di Amerika Serikat, masyarakat di negara-negara Eropa juga turut mengenyahkan patung-patung berbau rasisme dan kolonialisme.

Di Inggris, para demonstran membuang patung pedagang budak abad ke-17, Edward Colston. Patung itu lalu dibuang ke Sungai Avon, Bristol.

Sementara hal serupa terjadi di Belgia. Patung mendiang Raja Leopold II juga berhasil dijatuhkan. Leopold II dianggap sebagai simbol kolonialisme di negara-negara Afrika tengah. []


[beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Patung Christopher Columbus Dirobohkan, Dianggap Simbol Rasis"

Posting Komentar