Soal Salam Semua Agama, Ustadz Felix: Dikira, Indonesia bakal hancur kalau nggak pake salam semua agama?





ustadz felix Siauw Salam Semua Agama,

Ustadz Felix Siauw berkomentar dan membuat status di akun sosial medianya soal polemik salam semua agama.

Dalam akun instagramnya yang dikutip beritaislam.org 14/11/2019 Ustadz felix menyindir pihak-pihak yang menentang dan tak setuju dengan MUI. "Dikira, Indonesia bakal hancur kalau nggak pake salam semua agama, persatuan Indonesia hanya tergantung itu, mereka lupa, sampai saat ini semua ok-ok aja"


Berikut selengkapnya:

Salam Semua Agama

Ceritanya, MUI menghimbau agar pejabat Muslim tak gunakan salam semua agama dalam acara resmi, tentu saja yang ngamuk-ngamuk tetap itu-itu aja

Yang kalau soal agama lain, mesti bold, salam agama lain harus diucapkan, kalau nggak, nggak bhinneka. Tapi bendera syahadat gaboleh, katanya cukup di hati aja

Padahal yang beragama lain juga woles aja, mereka nggak pernah ribut sama yang gituan, muring-muring ya mereka yang so-called aktivis toleransi gitulah

Bela-bela agama orang lain, sementara agama sendiri nggak dipelajari, ulama sendiri malah diejek-ejek. Toleransi bukan lagi respek pada agama lain, tapi nyampur adukin

Jadi targetnya toleransi itu bagi mereka: Muslim ibadah di gereja, ziarah di Vatikan, gotong peti mati pake tahlil, dan mungkin jum'atan di Borobudur

Sekuleris sekarang radikal, langkah-langkahnya kejem. Siapapun yang bangga sama Islamnya, dituduh macem-macem, celana cingkrang dan cadar aja dianggap serem

Yang perlu-perlu banget, kayak berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah, dianggap ciri radikal. Yang nggak penting banget kayak ngucap salam semua agama, dianggap krusial

Dikira, Indonesia bakal hancur kalau nggak pake salam semua agama, persatuan Indonesia hanya tergantung itu, mereka lupa, sampai saat ini semua ok-ok aja

Tapi sekarang, mereka memang nggak perlu mikir, sebab punya kuasa. Siapapun yang nggak bisa didebat, tinggal tunjuk aja, tuduh radikal, urusan selesai

Keluarga besar saya, ada 5 agama yang diakui di Indonesia. Dari dulu kita belajar, respek itu bukan harus dengan melanggar aturan agama, nggak gitu caranya

Malah sebaliknya, respek itu kita tunjukin dengan sederhana, silakan yakini apa yang kamu yakini, sebab kami juga begitu. Bukan maksa harus ini dan harus itu

Mereka tuduh, masalah Indonesia itu utamanya radikal, intoleran. Sekarang semua tahu, siapa yang sebenarnya nggak mau terima pendapat orang lain

Baca juga: Lagi! Abu Janda Singgung Ustadz Abdul Somad dan MUI Tidak Sopan

****

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa MUI tingkat pusat menyatakan MUI Jawa Timur sudah melakukan kebijakan tepat menerbitkan imbauan agar pejabat muslim tak mengucapkan salam agama lain.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyatakan imbauan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Alquran dan Alhadis. Selain memiliki unsur dimensi muamalah atau hubungan kepada sesama, kata Anwar, doa dalam Islam juga sangat erat dengan dimensi teologis dan ibadah.

"Oleh karena itu seorang muslim harus berhati-hati di dalam berdoa dan jangan sampai dia melanggar ketentuan yang ada karena ketika dia berdoa maka dia hanya akan berdoa dan akan meminta pertolongan dalam doanya tersebut hanya kepada Allah SWT saja, tidak boleh kepada lainnya," ujar Anwar dilansir dari cnnindonesia.

Anwar mengatakan, Allah tak bisa menerima jika ada muslim yang beriman kepada-Nya namun meminta pertolongan kepada selain Allah SWT.

MUI Jatim telah menerbitkan imbauan agar umat Islam dan para pemangku kebijakan atau pejabat untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.

Imbauan tersebut termaktub dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Dalam surat itu, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori membenarkan bahwa surat itu memang resmi dikeluarkan oleh pihaknya. Imbauan tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019 lalu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Salam Semua Agama, Ustadz Felix: Dikira, Indonesia bakal hancur kalau nggak pake salam semua agama?"

Posting Komentar