Soal Anggaran Sampah, Risma Terheran, Anies Senyum Simpul






RISMA TERHERAN, ANIES SENYUM SIMPUL
(Sampahku Sayang, Mahal Di-ongkos 😎)

Bu Risma, Walikota Surabaya, heran. Biaya kelola 'larakan', sampah, DKI Jakarta sampai 3,7 Trillliun Rupiah. Heran, karena beliau 'cuma' keluarkan 30 Millliar Rupiah. (Sumber Jatim Pos)

Sekedar informasi tambahan 'Trilliun' itu angka 0 (nol) nya 12. Sedang 'Milliar' ada 9 angka 0. Jadi kalau ditulis, anggaran sampah DKI itu 3.700.000.000.000. Sedang Surabaya cuma 30.000.000.000 . .
.
Ekspresi Bu Risma saat dengar anggaran sampah di DKI Jakarta sampe 3,7 trilyun



Kata Besari, DPRD Jakarta, anggarannya 4 kali lipat Surabaya. Tapi kalau angka2 diatas benar, artinya bukan 4 kali lipat, tapi 123 kali lipat !

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Volume sampah Surabaya 1,6 Ton per-hari. Jakarta 7,6 Ton per-hari. Sekitar 5 kali lipat.

Penduduk Jakarta 10,47 juta jiwa, Surabaya 2,9 juta. Sekitar 5 kali lipat juga. Artinya setiap orang warga Jakarta atau Surabaya, sama dalam jumlah sampah yang dikeluarkan. Ndak tau sama pinter atau sama borosnya . . .

Luas Jakarta 661 kilometer-persegi. Surabaya cuma separuhnya, 350 kilometer-persegi. Harusnya Jakarta butuh sekitar 5 kali luas kota Surabaya, agar tak ada tumpukan sampah. Maksudnya ada lahan lebih untuk Tempat Pembuangan Sampah.

Karena ndak punya, maka sampah Jakarta 'dihibahkan' ke Bekasi. Daerah Bantar Gebang. Ndak cuma2 itu. Penguasa Bekasi dan warga-nya minta 'balas jasa'.

Makanya tempohari jadi rame karena Bekasi minta jatah 2 Trilliun yang ndak turun2, omongnya ke media. Gubernur DKI marah lah.

😊😊😊

Berarti itu, 2 Trilliun yang diminta Bekasi, yang bikin anggaran DKI Jakarta tinggi.

Bole-bole saja alasan begitu. Tapi 2 Trlliun itu ndak tiap tahun lho dan sebagian besar untuk proyek. Jalan layang misalnya. Biar mudah dan cepet angkut sampahnya. Jaman Ahok sudah mulai dibangun, sekarang belum selesai. MandΓͺg kayaknya . . .

Taruhlah 3,7 Trilliun dikurangi jatah Bekasi yang 2 Trilliun, berarti 'sisa' 1,7 Trilliun. Angka ini pun masih 50 kali lipat lebih dibanding anggarannya Bu Risma. Padahal sampahnya cuma 5 kali lipat dari 'punya' Bu Risma πŸ˜₯

Kenapa . . . ? Yo eeemmmbuh !!! Ndak tau !!!

😜😜😜

Salah satu sebab anggaran Bu Risma lebih murah. Karena ada dan berfungsi-nya bank2 sampah. Data terakhir ada 290 Bank Sampah. Ada 'bank' yang punya anggota sampai 200-an 'nasabah'.

Rumah 'kompos' ada sekitar 26 unit. Makanya yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir berkurang banyak. Murah . . .

Misalnya ithu . . .

Belum lagi sekarang lagi mbangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Makin murah lagi nantinya dan hasilkan pemasukan juga.

Makanya Bu Risma terheran-heran tadi. Tidak saja karena besarnya anggaran. Tapi beliau, mungkin, juga heran. Mosok begitu saja ndak bisa ya ?

Wong dia 'cuma' sarjana Arsitektur. Ndak tambah sekolah macem2. Juga ndak ada dan bikin tim macem2 yang isinya para 'penasehat' berjumlah puluhan jiwa untuk bantu. Selain 'kepala dinas' dan para staf reguler yg ada.

Kenapa ya ? Yo eeemmmbuh, Bu !

😊😊😊

Lho anggaran sebesar itu kan dari jaman Ahok ?!

Bener tidaknya, saya belum dapat datanya. Tapi memang biasanya 'semua' dari jaman Jokowi dan Ahok.

Termasuk MRT, LRT, Lapangan Banteng, Mesjid Balaikota, Mesjid Raya Jakarta Barat, Jalan Layang Semanggi dan Cipinang, Jalur layang khusus Busway Ciledug, underpass Matraman. Rusun Jatinegara, turap dan 'normalisasi' sungai Ciliwung, . . .

Termasuk reklamasi, banjir, polusi udara, dan lain-lain. Yang 'jelek-jelek' ini katanya pasti warisan Ahok

Ketika dapat 'anugrah' sebagai kota yang ndak macet lagi, baru 'di-akui' karena hasil kerjanya. Karena ada jalan layang, underpass, MRT, busway dan ganjil-genap. Beneran hasil kerja 'Sang Gubernur' ? Silakan telaah sendiri-sendiri. Suka-suka . . .😜

Namun seingat saya yang bener2 beliau kerja fisik, proyek, ya 'pasang hijab' sungai yang item, nyusun 'karung pasir'saat banjir dan rob, bikin 3 JPO, patung porno dari bambu. Beberapa sumur resapan. Rumah yang diganti rusun DP 0 persen. Terakhir GOR Rorotan yang seharga 3 Milliar-an. Oh ya, gardu listrik !

Ada yang bisa nambahi ?

😊😊😊

Selain itu ?

Banjir, katanya sungai itu urusan pusat. Polusi, urusan Departemen Perhubungan. Begitu seterusnya. Pokoknya 'yang lain' saja. Yang penting bukan saya . . .

Sisanya ? Sibuk tandatangan peraturan.

IMB untuk pulau reklamasi, tanda-tangan. Penutupan alexis, tanda-tangan. Ganjil genap, tanda-tangan. Ndak bole jualan hewan qurban di trotoar, tanda-tangan. Monas bole untuk acara keagamaan, tanda-tangan. Ini tanda-tangan. Itu pun tandatangan. Terus . . . Cuma tandatangan . . .

Jadi nanti yang kapalan karena banyak kerja, cuma 3 jarinya. Jempol, telunjuk, dan jari tengah. Itu pun cuma ujungnya . . .

😊😊😊

Balik ke masalah sampah DKI Jakarta. Bantar Gebang penuh tahun 2021, tempat pengganti yang dipersiapkan baru selesai tahun 2022.

Itupun kapasitasnya cuma 2.200 Ton. Jadi nantinya, mulai akhir tahun 2021, akan ada sisa 5.000 Ton perhari kali 365 hari pertahun, glèthakan sepanjang jalan. Ndak diangkut . . .

Sampai kapan ya ? Yo eemmmmbuh !

Ketika ditanyakan pada Bu Risma. 'MΓͺdΓ¨ni !' Jawab-nya. Menakutkan !

Coba tanya pada Bapak Anies Baswedan. Beliau pasti ndak takut. Ndak pernah takut dia. Ndak jelas, karena nggak pernah dan ndak mampu mikir, atau karena ada yang selalu bantu beliau untuk memikirkan.

Ada saja Departemen di Pemerintah Pusat yang 'ditunjuk' oleh beliaunya. Dari PU sampai Perhubungan.

Urusan sampah ? Ndak tahu Departemen mana lagi yang cocok, tinggal tunjuk saja.

Lalu beliaunya ? Senyum simpul. Seperti biasa. Dan lama2 yang kapalan 'lambΓ©'nya juga . . .

😝😝😝

Pulogebang Permai, Jakarta Timur
Selasa Legi, 30 Juli 2019 [fb]


Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Anggaran Sampah, Risma Terheran, Anies Senyum Simpul"

Posting Komentar