Untukmu, Wahai 'BRAHMANA BROMOCORAH' Bergelar 'YANG MULIA'





arief hidayat

UNTUKMU, WAHAI 'BRAHMANA BROMOCORAH' BERGELAR 'YANG MULIA'

Oleh : Nasrudin Joha 

Iya, aku memang orang kampung, yang alhamdulilah, tidak ada sesuap nasi atau seteguk air, dari barang haram mengalir dalam darahku. Orang tuaku petani, mereka Qanaah terhadap rezeki, menunggunya dari musim ke musim, dari penen ke panen, untuk menghidupi keluarganya.

Aku memang orang kampung, yang hanya bermodal kejujuran, untuk menjajakan diri mengais rezeki, mencari karunia Allah SWT. Dengan kejujuran itu, aku memperoleh barter dari manfaat jasa, baik tenaga atau fikiranku, untuk mengganjal dan mengisi perutku.

Aku memang orang kampung, namun fikiranku telah melanglang jauh, mampu menembus apa yang diperdagangkan oleh pihak yang berperkara. Mampu mengendus modus dari para penjahat moral bergelar yang mulia. Mereka, menukar murah nilai keadilan dengan seonggok bangkai dunia.

Aku tersinggung, aku marah, saat kau sebut Nasab kampungku dengan nada merendahkan. Ketahuilah, siapapun dimata Allah SWT adalah hina, kecuali mereka yang bertaqwa.

Janganlah sombong, dengan tatapan itu, dengan hardikan itu, dengan sebutan kampung itu. Kami mengawasi kalian, kami akan mencatat putusan kalian, apakah redaksi 'hanya takut kepada Allah SWT' akan kalian acuhkan.

Kami sebenarnya tak menaruh harap padamu, kami telah terlalu sering dikecewakan. Dikecewakan dengan fatwa kesombonganmu yang menolak mengkriminalisasi LGBT, namun membuat norma baru dalam UU administrasi. Kami muak dengan penolakanmu, atas kekacauan norma UU ormas.

Tapi baiklah, aku tetap memantaunya. Agar terbuka semua mata, tentang dusta yang berlindung dibalik fatwa fatwa mulia. Yang durjana, yang pendusta, yang menghina rakyat kampung nun jelata, yang berlindung dibalik jubah 'yang mulia'.

Sakit sekali mendengar ujaramu, wahai bromocorah bergelar yang mulia, yang mempersoalkan pengetahuan karena asal, merendahkan martabat hanya karena bernasab kampung. Apakah kalian, wahai yang berjubah yang mulia merasa lebih mulia dari rakyat jelata ?

Buktikan ! Jika kalian mulia, dengan putusan yang berkeadilan. Meskipun kami yakin, itu hanya mimpi.

Apa yang kalian tampakkan pada proses persidangan, menggambarkan dengan jelas bahwa tak akan ada putusan yang berkeadilan. Kami telah merasakan ketidakadilan itu, bahkan sejak saat prosesnya.

Silahkan berbuat sesukamu, kami pun akan melakukan upaya semau kami. Kami meyakini kalian tidak akan menyisakan keadilan bagi kami, selain pertimbangan-pertimbangan yang dipenuhi teori dan logika palsu. Keputusan dzalim itu sudah kami baca, bahkan jauh hari sejak kalian baru menyusun draftnya. [].

Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Untukmu, Wahai 'BRAHMANA BROMOCORAH' Bergelar 'YANG MULIA'"

Posting Komentar