Transportasi Dibuka Tapi Tak Boleh Mudik, dr. Shela Putri: Masak Yang Naik Bangsa Lelembut?

dr. Shela PutriTransportasi buka, tapi Tak Boleh Mudik Masak Yang Naik Bangsa Lelembut?

Beritaislam - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah resmi membuka kembali akses transportasi umum, baik transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian.

Kebijakan ini diperkuat dengan dikeluarkannya surat edaran dari empat Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan.

Di antaranya, surat edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian 6/2020 tentang Petunjuk Operasional Perkeretaapian untuk pelaksanaan pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan virus corona jenis baru atau Covid-19.


Kemudian, hal yang sama juga diatur di dalam surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 21/2020, surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 9/2020 dan surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara 32/2020.


dr. Shela Putri Sundawa melalui akun twitter menuliskan cuitan "Ora oleh mudik, tapi kendaraane oleh operasi kabeh lha sing arep numpak ki yo sopo? Moso’ yo bongsone lelembut. Mbulet ae, ngelu ndasku"

Bila diartikan, cuitan tersebut berarti: Gak boleh mudik tapi kendaraan boleh beroperasi semuanya. Lah yang mau naik ini siapa? Masa ya bangsanya makhluk halus. Ribet aja, pusing pala ku😂

Kendaraan boleh operasi tapi tak boleh mudik


Kebijakan ini turut disoroti oleh pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Bambang Istianto, seperti dilansir dari rmol.co.

Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan tumpah tindih kewenangan di tataran pemerintah pusat. Karena sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga telah mengeluarkan surat edaran 4/2020 terkait pembatasan perjalanan orang selama masa pandemik Covid-19.

"Dengan terjadinya tumpang tindih kewenangan antar para pelaksana kebijakan pemerintah pusat membuat galau para kepala daerah,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Bambang, kebijakan pemerintah pusat bisa terintegrasi dan komprehensif. Dalam arti, setiap hal yang ditangani pemerintah pusat semestinya melibatkan sektor lain dengan tetap sejalan pada satu arahan.

Namun khusus kebijakan transportasi ini, direktur eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS) itu melihat satu hak yang dilematis.

Meskipun kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pandemik virus corona, leading sektornya pada Gugus Tugas. Namun terkait dengan kebijakan transportasi memang menjadi dilematis. Sebab transportasi umum sangat rentan dengan terjadinya kerumunan dan kontak fisik tidak terhindarkan," tutur Bambang Istianto.

"Di lain pihak jika transportasi berhenti memang mematikan sektor lainya, maka kehidupan juga ikut mati. Karena itu kebijakan tersebut harus dikomunikasikan dengan baik kepada semua stakeholder agar implementasi kebijakan tidak membingungkan," tutupnya.

[beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Transportasi Dibuka Tapi Tak Boleh Mudik, dr. Shela Putri: Masak Yang Naik Bangsa Lelembut?"

Banner iklan disini