Masyaallah, Doktor Katolik Ini Meyakini Ajaran Rasulullah Dalam Hadapi Pandemi Corona, Ini Videonya

dr craigconsidine

"Muhammad and Coronavirus: Prayer is Not Enough

“Tie your camel first, then put your trust in God.” The Newsweek article I mentioned in this video is available via the link in my bio. Tulis dokter dr. craigconsidine di instagramnya dengan sebuah video yang diunggahnya.

Beritaislam - Beberapa bulan terakhir, dunia menghadapi situasi yang mencekam. Pandemi Corona (Covid-19) telah menyerang lebih dari seratus negara.

Berdoa dan berharap kepada Allah SWT, menjadi senjata dalam menghadapi berbagai masalah ini. Namun, berdoa saja tidak cukup untuk mencegah dan mengatasi infeksi Covid-19 ini.

Sehingga, banyak para ahli di bidang kedokteran yang memberikan nasihat, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan diri, guna memutus rantai penyebaran virus tersebut.


Dalam sebuah laman berita newsweek, salah seorang doktor katolik kebangsaan Amerika, Craig Considine, menyampaikan sebuah nasihat yang berharga.

“Pakar imunologi seperti dr. Anthony Fauci dan reporter medis dr. Sanjay Gupta mengatakan, bahwa kebersihan diri, karantina, atau praktik mengisolasi diri dari orang lain dengan harapan mencegah penyebaran penyakit menular adalah cara paling efektif untuk mengatasi penyebaran Covid-19,” tulisnya.

Ia lantas mengatakan, bahwa orang yang pertama kali menyarankan hal tersebut adalah Nabi Muhammad Shallallahu’Alaihi wa Sallam.

“Apakah Anda tahu siapa lagi yang menyarankan hidup bersih dan karantina selama pandemi? Dialah Muhammad, nabi orang Islam, lebih dari 1.300 tahun yang lalu,” sambungnya.

Menurut Craig, meskipun Nabi Muhammad bukan orang yang ahli dalam mengatasi penyakit yang mematikan, nasihat beliau sangat baik untuk mencegah dan membatasi perkembangan pandemi seperti yang kita hadapi saat ini.

Ia pun merujuk pada sebuah hadits, terkait sikap seorang dalam menghadapi wabah penyakit berbahaya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu’Alaihi wa Salam berikut ini,

“Apabila kalian mendengar wabah thaun (pes) melanda sebuah negeri, janganlah kalian memasukinya. Apabila wabah itu melanda sebuah negeri sedangkan kalian berada di dalamnya, janganlah kalian keluar darinya.” (Muttafaq Alaih).

Ia juga mengutip hadits Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam yang memerintahkan manusia untuk menjauhi orang-orang yang terkena penyakit dari orang-orang yang sehat.

“Muhammad memotivasi manusia untuk menjalani praktik hidup higienis yang akan membuat mereka terhindar dari berbagai infeksi,” katanya.

Craig juga merukuk hadits Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam tentang kesucian sebagaian dari iman. Seperti mencuci tangan ketika bangun tidur, sebelum dan setelah makan.

“Bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat apa yang disampaikan Muhammad kepadanya?” kata Craig.

Bahkan, Nabi Muhammad juga memerintahkan orang-orang untuk mencari perawatan medis dan berobat.

Sebab, Tuhan tidak pernah menurunkan penyakit tanpa menetapkan obatnya, selain satu penyakit yaitu usia tua.



Craig melanjutkan, dalam beberapa minggu terakhir ini, tak sedikit orang yang menyarankan untuk berdoa. Sebab, doa merupakan cara lebih baik untuk menjauhkan diri dari virus dibanding melakukan social distancing atau karantina.

“Bagaimana pendapat Nabi Muhammad terhadap sikap seseorang yang mengatakan doa adalah satu-satunya cara untuk menjauhkan diri dari penyakit dibandingkan obat?” tutur Craig.

Menurut analoginya dengan kisah Nabi Muhammad bersama seorang Arab Badui yang bertanya kepada beliau tentang tawakal. Disebutkan, orang Badui tersebut sednag menunggangi untanya.

“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Nabi Muhammad justru mendorong manusia untuk mencari petunjuk dalam agama mereka.

Namun, beliau juga berharap agar mereka juga bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dasar stabilitas, keamanan dan kesejahteraan semua orang.

Atau dengan kata lain, beliau berharap semua orang menggunakan akal sehat mereka. Craig Considine adalah seorang Katolik Amerika keturunan Irlandia dan Italia. Ia banyak menulis tentang Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Craig memegang gelar PhD dari Trinity College, University of Dublin (Irlandia), gelar MSc dari Royal Holloway, University of London (Inggris), dan gelar BA dari American University (Washington, DC).

Considine adalah penduduk Needham, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia salah seorang guru besar di Departemen Sosiologi di Rice University, Houston, Texas.




Dosen Kristen Ini Akui Kebenaran Nabi Soal Karantina di Saat Ancaman Virus

Dosen sosiologi di Rice University Houston di Texas, Dr. Craig Considine mengakui Nabi Muhammad Rasulullah, mempunyai nasihat-nasihat yang baik dan cocok diterapkan pada saat ini di tengah wabah virus corona.

Craig mengatakan, walaupun Nabi Muhammad Salallhu’alaihi wassalam bukan merupakan ahli dalam hal penyakit mematikan, namun diakui, Nabi Muhammad mempunyai nasihat yang baik.
“Muhammad tetap memiliki nasihat yang baik untuk mencegah dan memerangi perkembangan seperti COVID-19.” Tulis Craig Considine dalam sebuah artikelnya di newsweek, yang dikutip FIN pada Kamis (19/3).

Dr. Craig yang merupakan seorang kristiani Amerika keturunan Irlandia-Italia ini, mengutip salah satu hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari -Muslim tentang upaya karantina atau isolasi diri di tengah wabah virus yang mengancam.

“Apakah Anda tahu siapa lagi yang menyarankan kebersihan dan karantina yang baik selama pandemi? Muhammad, nabi Islam, lebih dari 1.300 tahun yang lalu.” Kata dia.

“Muhammad berkata: Jika kamu mendengar wabah penyakit di suatu negeri, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat saat kamu berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu.” Ujar Craig mengutip hadis Bukhari dan Muslim.

Dia juga mengutip Hadis Riawayat Abu Daud, yang mana dalam hadis itu, nabi memerintahkan untuk menjauh dari orang yang terserang penyakit menular.

“Dia juga mengatakan: “Mereka yang memiliki penyakit menular harus dijauhkan dari mereka yang sehat.” Tulis Craig.

Dia mengakui, Nabi Muhammad mendorong ummat Islam untuk menjalankan pola hidup higenis yang membuat orang aman dari infeksi virus. Craig pun mengutip beberapa handis Nabi yang menganjurkan hidup bersih.

“Pertimbangkan hadis berikut, atau ucapan Nabi Muhammad: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Ujar Craig.

“Cuci tanganmu setelah kamu bangun; kamu tidak tahu ke mana tanganmu bergerak saat kamu tidur.”
“Berkat makanan terletak pada mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.”

Dan bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat seperti apa yang akan diberikan Muhammad kepada sesama manusia yang menderita kesakitan?

Dia akan mendorong orang untuk selalu mencari perawatan medis dan pengobatan: “Manfaatkan perawatan medis,” katanya, “karena Tuhan tidak membuat penyakit tanpa menetapkan obat untuknya, dengan pengecualian satu penyakit — usia tua.” Tutup Dr Craig.

Craig Considine adalah seorang sarjana, profesor, pembicara global, dan kontributor media yang berbasis di Departemen Sosiologi di Rice University. Dia adalah penulis The Humanity of Muhammad: A Christian View (Blue Dome Press, 2020), dan Islam di Amerika: Exploring the Issues (ABC-CLIO 2019).

[beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Masyaallah, Doktor Katolik Ini Meyakini Ajaran Rasulullah Dalam Hadapi Pandemi Corona, Ini Videonya"

Banner iklan disini