Felix Siauw Sindir Pemerintah, Perusuh di Papua Tak Disebut Makar, Teroris dan Radikal





Foto Ustadz Felix Siauw dan Habib Muhammad bin Taufiq
Foto Ustadz Felix Siauw dan Habib Muhammad bin Taufiq

Ustadz Felix Siauw menyindir pemerintah dengan sebuah viderinya do kartun tentang percakapan dirinya dengan teroris Papua.

Dalam videonya ini terlihat percakapannya yang menyindir pemerintah, mengapa teroris di Papua yang jelas-jelas sudah membunuh warga, membunuh TNI, membakar ruko dan perkampungan tak juga disebut makar, teroris, dan radikal? Namun justru yang aksi mengibarkan bendera tauhid seringkali dituduh makar, radikal dan anti NKRI.


Berikut video sindiran yang diunggah Ustadz Feix Siauw.


Sebelumnya saat mau ada Aksi Mujahid 212 yang dilaksanakan Sabtu, tanggal 28 Sebtember 2019 Wiranto menyebut akan ada aksi yang diikuti kelompok Islam radikal.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, akan ada gelombang baru gerakan yang ingin membuat masyarakat tidak percaya lagi dengan pemerintah. Gerakan tersebut melibatkan beberapa kelompok masyarakat, salah satunya kelompok Islam radikal. terangnya seperti dilansir beritaislam.org dari laman republika.

Dan berikut ini adalah caption tulisan Ustadz Felix Siauw dalam video sindiran tersebut.

Demi Tahta Kekuasaan

Sulit untuk tidak memberikan prasangka, bahwa syahwat kekuasaanlah yang lebih nyata dari segala-galanya. Bahwa tahta dan jabatan, itu yang jadi pertimbangan utama

Kok bisa unjuk rasa, aksi, demo atau apalah namanya, yang sebenarnya hanya keinginan diperhatikan penguasa, lebih heboh pengamanannya dibanding pembunuhan massal?

Di Wamena, Papua, kita mendengar dan melihat melalui media sosial, keadaan yang sangat mencekam, pembakaran, pembunuhan, pembantaian, makar dan pemberontakan

Tapi kita tak melihat tank dan pesawat tempur, lengkap dengan tentara dan aparat bersenjata yang seserius di ibukota, atau penanganan se-"kejam" di ibukota

Padahal di sana, mereka bersenjata, dari panah, tombak, parang, hingga senjata api. Membantai mulai dari ojek hingga dokter, sadis dan brutal sejadi-jadinya

Disini, hanya anak-anak STM yang khawatir bukunya basah, remaja yang terganggu sensitifitas keadilannya. Dan kakak-kakak mahasiswa mereka yang ingin berdiskusi

Mereka tak membawa senjata kecuali kata, tak ingin lakukan kekerasan selain sumbang pikiran. Tapi sekali lagi, ini semua dihadapi penguasa seperti level perang dunia

Entah kemana yang teriak NKRI harga mati, jangan Suriahkan Indonesia, Muslim itu sebab radikal dan intoleransi, begitu soal Papua, semua diam tak bicara

Kini semua tau, radikalisme, intoleransi, ekstrimisme, terorisme dan semacamnya, hanya jualan orang-orang tertentu, untuk menyembunyikan kejahatan mereka

Sekarang semua juga tahu, hanya Islam yang serius dalam menata kemanusiaan, persatuan, kepemimpinan, dan juga keadilan sosiall, sebab Islam itu rahmat

Benarlah Rasulullah, sebaik-baik penguasa adalah yang kita cintai dan dia mencintai kita. Bukan yang mengorbankan, atau mendiamkan korban, dan lebih khawatir tahtanya

Baca juga: Belajar Dari Para 'Radikal', Kadal Gurun Yang Akan Suriahkan Indonesia?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Felix Siauw Sindir Pemerintah, Perusuh di Papua Tak Disebut Makar, Teroris dan Radikal"

Posting Komentar