Bani Jumareka Jum Jumareka Arimana Jeng Jeng dan Gusdurian Beri Tumpeng ke Gereja, Woles Aja





Jumareka Jum Jumareka Arimana Jeng Jeng dan Gusdurian Beri Tumpeng ke Gereja, Woles Aja, Majengjeng he mereketehe

BANI MAJENGJENG HEMEREKETEHE DAN GUSDURIAN BERI TUMPENG KE GEREJA ? WOLES BRO, MEREKA BUKAN REPRESENTASI ISLAM !

Oleh : Nasrudin Joha 

Ciri-ciri orang ingkar kepada Allah SWT itu diantaranya melawan, menantang, dan mengejek penyeru agama Allah SWT. Umat nabi Nuh AS, saat diingatkan agar menyembah hanya kepada Allah, agar azab Allah SWT tidak menimpa mereka, kaum nabi Nuh justru menantang. Meminta, Tuhannya Nabi Nuh untuk segera menurunkan azab yang berulangkali dijanjikan Nabi Nuh AS.


Fir'aun, juga meledek Musa yang menyatakan Allah SWT, Rabb semesta alam ada di langit. Dengan sinis, Firaun memerintahkan anak buahnya untuk membangun piramida yang menjulang dilangit, agar bisa dijadikan tangga bagi Fir'aun untuk menemui Tuhannya Musa.

Di zaman Nabi Muhammad SAW, syariat Nabi juga dijadikan olok-olok kaum kafir. Bahkan, Nabi dituduh tukang sihir, gila, hingga dilempari batu dan kotoran.

Beberapa waktu yang lalu, muncul kritik umat Islam atas beredarnya film The Santri. Muatan liberalisme dan pluralisme begitu pekat, dengan munculnya adegan pancaran dan membawa tumpeng ke gereja.

Nampaknya, para pembela the santri ini, ingin mengejek dan menentang umat Islam yang mengingatkan bahaya pluralisme, termasuk mengejek umat Islam yang mengkritik adegan santri yang membawa tumpeng ke gereja.

Umat Islam kembali diledek, ditantang, oleh Bani Majengjeng dan Gusdurian yang membawa 9 Tumpeng di HUT Gereja Santa Theresia Majenang. Mars "Ya Lal Wathon" ikut digaungkan dan menggema di ujung acara perayaan HUT ke-9 Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019).

Pada saat bersamaan, puluhan anggota Bani Majengjeng dan Gusdurian muncul dari pintu sambil membawa tumpeng yang berjumlah sembilan, sesuai dengan HUT gereja. Mereka membawa tumpeng tersebut ke altar dan menyerahkannya secara simbolis kepada Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr Tri Harsono yang memimpin rangkaian ibadah malam itu.

Beritanya, diviralkan oleh harian kompos, yang telah lama diketahui sebagai komando Pastur. Mereka, ingin memframing toleransi dan pluralisme untuk memberi dalih bagi mitos 'semua agama benar'.

Tentu saja, aktivitas ini sangat membahayakan bagi akidah umat Islam. Jika tidak didampingi dengan pemikiran yang bersandar pada akidah Islam, bisa-bisa meruntuhkan rukun iman dan rukun Islam.

Karena itu, segenap umat Islam wajib mengingatkan kepada keluarga dan seluruh handai taulan, tentang bahaya pluralisme dan toleransi kebablasan. Tidak ada, satupun ajaran Nabi
Muhammad SAW yang membenarkan seorang muslim memasuki tempat ibadah orang kafir, apalagi saat momentum peribadatan mereka. Tak ada, satupun ajaran Nabi Muhammad SAW yang menyebut agama Islam itu sama dengan agama kafir atau musyrik lainnya.

Ajaran toleransi beragama dalam Islam itu cukup dengan kaidah "LAKUM DINUKUM WALIYADIIN". Cukup membiarkan orang kafir beribadah sesuai dengan keyakinannya. Tak ada perintah, bahkan dilarang tegas berinteraksi dalam ranah ibadah atau interaksi yang bersifat teknis keibadahan.

Tidak ada dalil, masuk gereja membawa tumpeng. Diakherat nanti, Nabi Muhammad SAW pasti menolak mengajarkan itu. Semua itu adalah ajaran Bani Majengjeng dan GUSDURIAN.

Di akherat kelak umat Islam berkumpul bersama Nabi Muhammad SAW, dilindungi oleh Liwa' nya, sementara orang yang latah masuk gereja membawa tumpeng ini kelak akan dikumpulkan bersama Bani Majengjeng. Bukan bersama Nabi. [].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bani Jumareka Jum Jumareka Arimana Jeng Jeng dan Gusdurian Beri Tumpeng ke Gereja, Woles Aja"

Posting Komentar