Kami Berhak Marah Atas Asap Ini Tuan Presiden





Jokowi Ngevlog saat kabut asap

Oleh : Nasrudin Joha 

Apa kerjamu tuan Presiden ? Rakyat dadanya sesak karena asap, pandangannya pekat karena asap, tenggorokannya tersendat karena asap, lantas apa semua selesai dengan selvie renunganmu ? Semua tuntas dengan foto sepatumu yang berkalang abu ?


Tuan Presiden, ini bukan lagi masa kampanye. Tuan memiliki seluruh sumber daya dan kewenangan. Tuan, punya peran dan adil besar untuk menyelamatkan anak-anak negeri ini.

Lihatlah tuan Presiden ! Anak-anak itu tersengal bernafas karena asap. Masih tega, menteri dan inspektur vijay petugasmu, menyatakan kebakaran ini biasa-biasa saja ?

Tuan Presiden, tegur dan ingatkan para pembantumu. Jika tak mampu membantu, janganlah menambah beban. Jika tak bisa bicara dengan empati, lebih baik diam jangan menyakiti hati.

Tuan Presiden, kami bosan dengan omonganmu, gayamu, dan semu janji janjimu. Disaat, segenap rakyat dan anak-anak negeri ini bertarung melawan asap, teganya dirimu ngevlog ria dengan cucumu ?

Tuan Presiden, Anda disumpah untuk menjalankan konstitusi, membela dan menyejahterakan rakyat. Saat ini rakyat menjerit, rakyat terpenjara asap. Apa yang telah kau lakukan ?

Wahai dewan yang terhormat, rakyat memilih kalian sebagai wakil untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Bukan penyambung lidah koruptor.

Disaat rakyat genting karena asap, kenapa justru kalian sibuk merevisi UU KPK ? Kalian sadar tidak, perbuatan kalian menyakiti pemilih kalian ?

Kalian, seharusnya menggunakan hak bertanya dan kontroling kepada eksekutif. Tanyakan, dan kontrol langsung, kenapa peristiwa pembakaran hutan untuk lahan (Karhutla), bisa terjadi secara periodik ? Minta eksekutif bongkar perusahaan kapitalis yang seenaknya menbajar hutan dan menebar asap hanya demi pundi-pundi usaha. Apa kalian telah makan uang sumpal mulut dari pengusaha ? Sehingga kalian bungkam menyuarakan kemarahan rakyat ? Apakah kalian telah menjadi antek pengusaha ?

Jika eksekutif dan legislatif telah ijma' atas semua kezaliman ini, lantas apa faedahnya ada negara ? Apakah, sebaiknya negara ini dibubarkan saja ? Apakah, kalian yang berkuasa merasa aman dari azab Allah SWT, karena merasa telah mengendalikan semua Pranata negara termasuk aparat penenggak hukum untuk menjaga kursi kekuasan kalian ?

Ingatlah ! Wahai tuan Presiden yang tidak lucu. Wahai anggota dewan badut-badut Senayan. Kami semua akan menuntut kalian di Mahkamah akherat, di yaumil hisab kelak, atas semua kezaliman ini.

Ingatlah ! Doa-doa kami, akan kami panjatkan kepada Allah SWT, agar berkenan menimpakan balasan dn azab yang pedih, bagi siapapun yang zalim dan khianat terhadap umat.

Ya Allah, saksikanlah ! Hamba telah menyampaikan. [].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kami Berhak Marah Atas Asap Ini Tuan Presiden"

Posting Komentar