PAK JOKOWI, TAK CUKUP MARAH LANGSUNG PERGI. KAMI BUTUH SOLUSI !





Jokowi Listrik

Oleh : Nasrudin Joha 

Jokowi hanya bisa marah, ketika menerima penjelasan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani mengenai penyebab padamnya listrik di sebagian besar pulau Jawa. Jokowi hanya beri perintah, pokoknya selesaikan, bagaimanapun caranya.

Setelah itu, Jokowi langsung pergi dan enggan menjawab pertanyaan awak media. Padahal, publik menunggu-nunggu solusi apa yang ditempuh Pemerintah.


Terhadap masalah listrik yang masih byar pet, apa ikhtiar Pemerintah untuk menanggulangi itu. Terhadap keadaan ini, apa jaminan Pemerintah agar peristiwa serupa Kedepan tak berulang. Terhadap kerugian yang dialami pelanggan, apa komitmen tanggungjawab Pemerintah untuk itu, apakah ada kompensasi untuk itu.

Namun Jokowi malah pergi, kabur, dikiranya dengan memarahi plt dirut PLN masalah selesai. Dikiranya, rakyat puas usaha pemerintahnya hanya marah-marah tanpa solusi.

Sekali lagi, Presiden itu kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai pimpinan negara, Jokowi harus paham semua urusan anak buahnya, agar kekeliruan anak buah bisa dikoreksi, bukan hanya terima laporan ABS. Bukan hanya perintahkan 'pokoknya selesaikan', memangnya anak buah Jokowi Bandung Bondowoso ? Memangnya plt dirut PLN itu Sangkuriang ?

Pak Jokowi, kalau bagian marah cukup kami saja. Kami bisanya cuma marah, dan punya hak untuk marah karena kami dirugikan. Listrik dirumah kami mati. Kalau bapak ? Pak Jokowi itu Presiden yang punya kuasa, dengan kekuasan bapak seharusnya bapak mampu bikin terobosan solusi.

Pak Jokowi juga Ga berhak marah, karena dirumah Pak Jokowi listrik selalu nyala. Ac nya dingin Pak, tak seperti dirumah kami yang kepanasan. Lalu apa dasarnya bapak marah ? Bapak Ga pernah menderita karena listrik padam kan ? Mungkin setelah ini, bapak justru bisa bikin proyek yang menghasilkan duit dengan alasan agar kejadian listrik padam tak berulang.

Aneh, Jokowi ini Presiden tapi tak bisa memberi solusi. Kalau blusukan, sudah kayak semua urusan dikuasai. Giliran listrik padam, bisanya cuma marah-marah, miskin solusi.

Kalau marah, rakyat sudah kenyang. Justru rakyat itu butuh solusi. Misalnya : Presiden berpidato didepan publik, mewakili Pemerintah menyatakan meminta maaf. Kemudian menjelaskan renstra Pemerintah untuk mengatasi kendala ini dan langkah antisipatif Kedepan agar kejadian tak berulang.

Selebihnya, Pemerintah sebagai bentuk ketulusan dan keseriusan meminta maaf, mengumumkan layanan gratis listrik bagi pelanggan terdampak untuk beberapa bulan Kedepan. Nah, ini baru solusi. Keren ! Bukan cuma marah-marah Ga karuan.

Ya Allah, berilah hamba kesabaran dipimpin rezim RUWAIBIDHOH. Rezim bodoh yang sok pintar mengurusi urusan umat ini. Segera datangkan kepada kami, pertolongan dengan datangnya pemimpin dan sistem kepemimpinan yang taat kepada-Mu, Amien YRA. [].

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "PAK JOKOWI, TAK CUKUP MARAH LANGSUNG PERGI. KAMI BUTUH SOLUSI !"

  1. Marah-marah tanda tak bijak, tanggungjawab dibutuhkan untuk dpt solusi dan konpensasi pd rakyat.

    BalasHapus