Nasrudin Joha Beri Semangat Emak-emak Pejuang Sosmed Yang Terbiasa Akrab Dengan Panci





Emak-emak bercadar bawa panci

Nasruddin Joha Memberi semangat kepada- para emak-emak pejuang. Emak-emak yang biasa berkutat dengan urusan panci atau sumur, dapur dan kasurpun mendapatkan motivasi dari Nasruddin Joha agar tetap semangat berjuang.

Berikut adalah tulisan Nasrudin Joha yang diterima redaksi beritaislam.org 2/8/2019.

UNTUK KAUM EMAK REVOWRITER, PEJUANG SOSMED YANG KARIB DENGAN PANCI, SEMANGAT !



Oleh : Nasrudin Joha 

Wuih, sekelebatan dibeberapa platform media sosial muncul barisan emak yang tekun menulis (baca: belajar), untuk meramaikan dunia dakwah sosmed. Mereka, terbilang anti mainstream. Mungkin, bisa juga tidak.

Keinginan mereka lebih kuat ketimbang hambatan yang mereka hadapi untuk menulis. Diantara kewajiban utama, sebagai ibu dan manager rumah (bukan rumah tangga ya, manager rumah tangga tetap suami, makanya kalau butuh nafkah minta ke suami, bukan kepayahan kerja sendiri), tetap meluangkan waktu untuk menulis.

Ada juga, sebagian dari mereka berbaik hati ikut membantu menanggung nafkah dengan bekerja. Namun, peran itu tak membuat mereka
kurang adab pada suami. Mereka, tetap taat pada suami dan menjaga seluruh amanah suami.

Sebagian dari mereka nampak begitu berkeringat, ketika merangkai kata menjadi kalimat. Berikutnya, mereka juga harus berjuang menyusun kalimat menjadi paragraf. Bahkan, yang tersulit adalah menyusu paragraf paragraf itu menjadi sebuah artikel sederhana.

Pada tahap awal, target mereka menyusun artikel, sebanyak banyaknya. Mereka, belum berfikir apakah artikel mereka ciamik atau biasa saja.

Sesekali, atau beberapa kali, mereka tersenyum simpul membaca karya mereka sendiri. Mengulangi membaca karya sendiri, itu berbeda rasa dengan mengulang membaca karya orang lain. Meminjam kata Syahrini, sesuatu gitu.

Mereka, menyisihkan waktu diantara kesibukan mereka karib dengan panci. Maaf, Magic Com maksudnya. Emak sekarang memang sudah jauh lebih mudah mengurus keluarga ketimbang era old.

Dahulu harus pake panci, habis menanak aron, memanaskan panci dengan air untuk memasak nasi aron hingga menjadi nasi matang. Sekarang cukup mencuci beras, masukan magic com atau rice cooker, tinggal dan beres dech.

Mengganti popok juga enggak, dahulu setiap bayi pipis atau eek, sibuknya minta ampun. Sekarang, era pampers. Mau bayi pipis berulang kami, kaum emak masih bisa terus nulis.

Nah, kaum emak yang tergabung dalam revowriter ini bukan sekedar mengisi waktu luang atau belajar nulis. Tapi mereka ini berjuang. Mereka sadar, bahwa diantara penentu peradaban adalah kaum emak. Konon, dibalik pria hebat ada kaum emak tangguh dirumahnya. Begitulah.

Mereka, kaum emak, para revowriter ini berjuang melalui sosmed dengan sayatan sosmed mereka, diantara waktu mereka yang sibuk mengurus keluarga. Saya kasih bocoran, meskipun mereka sibuk menulis tapi mereka langsung membuang kesibukan itu ketika suami mereka datang.

Mereka, berubah unyu dan action senyum simpul paling manis untuk menyambut suami mereka yang tercinta. Kadang, mereka masih merasa bidadari perawan, padahal sudah emak yang beranak pinak.

Dan..setelah tunai kewajiban mereka 'meminabobokan sang suami' mereka lanjut nulis lagi. Kadang mereka mencari halaman sebelumnya, dimana beberapa paragraf penting tersimpan. Sayang kan, jika terbuang draft tulisan itu.

Ayo kaum emak, revowriter, terus menulis untuk umat. Abadikan pikiranmu melalui tulisan, gerakan umat untuk bersama menuju kebangkitan Islam yang sejati. Semangat ! [].

Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nasrudin Joha Beri Semangat Emak-emak Pejuang Sosmed Yang Terbiasa Akrab Dengan Panci"

Posting Komentar