Jokowi Bilang Konsumen Rugi Gegara Listrik Padam, Semua Orang Juga Tahu Kales!





Jokowi ke PLN

Oleh : Nasrudin Joha 

"Dan dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko yang dihadapi dengan manajemen besar tentu saja ada contigency plan, ada back up plan. Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik," [Jokowi, 5/8].

Saya heran, Presiden itu kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, atau hanya netizen yang cuma bisa ngeluh ? Setelah lama bungkam, Jokowi akhirnya bicara ihwal listrik mati. Namun, bukan pembicaraan yang solutif.

Jokowi, justru ikut nimbrung membuly PLN, menyalahkan PLN, dan mengaitkan kejadian 2002, agar publik tak cuma menyalahkan dirinya. Jokowi mengunggah keluhan, pelanggan sangat dirugikan akibat pemadaman listrik.

Jokowi juga hanya sibuk membuat analisis, harusnya begini dan begitu. Harus ada tata kelola risiko yang baik, ada contigency plan, ada back up plan. Namun, tak sepatah kalimat pun memberikan solusi atas padamnya listrik yang membuat jutaan pelanggan marah dan menahan kesal.

Bukankah Jokowi Presiden R.I. ? Bukankah Meneg BUMN dan menteri ESDM bawahan Jokowi ? Bukankah, direksi PLN ada dibawah tanggungjawab menteri BUMN ? Lantas, kerja Jokowi selama ini apa ?

Bukankah, akan lebih mengkompensai kemarahan pelanggan dan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan, jika Jokowi langsung pecat menteri BUMN ? Sekaligus pecat menteri ESDM ?

Saya tahu, kenapa akhirnya Jokowi juga hanya bisa mengeluh. Meskipun secara nomenklatur, Meneg BUMN dan ESDM dibawah Presiden, namun secara subtantif mereka bukan bawahan Presiden, melainkan titipan partai dan kelompok kepentingan.

Jokowi sendiri hanyalah petugas partai, mana bisa Jokowi pecat menteri tanpa izin big bos partai ? Lantas, bagaimana urusan negeri ini jika dipimpin oleh pribadi yang 'tak merdeka' dalam menentukan keputusan ?

Sebenarnya, siapa sesungguhnya kepala negara Republik ini ? siapa sesunguhnya kepala Pemerintahan Republik ini ? Lalu, kampanye berbusa saat kampanye Pilpres kemarin fungsinya apa ?

Di Korea, pemadaman listrik membuat menterinya mundur. Di Australia, pemadaman listrik membuat negara menggratiskan layanan listrik untuk waktu tertentu. Di Republik ini ?

Menteri tak mundur, dicopot juga tidak. Kerugian rakyat oleh Presiden hanya diperbincangkan, bukan diperjuangkan agar mendapat kompensasi. Minimal, kompensasi dalam bentuk layanan listrik gratis untuk enam bulan kedepan, itu cukup lah.

Saya jadi teringat hadits Rasulullah SAW tentang pemimpin bodoh yang diserahi amanah kekuasaan. Bodoh tapi merasa pintar, akibatnya semua urusan rakyat jadi terbengkalai. [].

Baca Juga: PAK JOKOWI, TAK CUKUP MARAH LANGSUNG PERGI. KAMI BUTUH SOLUSI !

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jokowi Bilang Konsumen Rugi Gegara Listrik Padam, Semua Orang Juga Tahu Kales!"

Posting Komentar